LENSAINDONESIA.COM: Hingga detik ini Proyek rekayasa  raksasa pengadaan dan kontruksi Enggineening Procurement and Construction ( EPC) untuk fasilitas Migas Blok Cepu yang berada di Bojonegoro, Tuban dan Blora, yang mencapai kisaran Rp 30 trilliun belum jelas siapa pemenangnya.

Pasalnya jika proyek pengerjaan itu terus ditunda dan  berlarut-larut, diprediksi akan berdampak bagi  produksi minyak yang mencapai 165.000 Barel perharinya  (Bph).

Data LIcom menyebutkan, pada tahap awal ada sekitar  21 peserta yang mengikuti proses pra kualifikasi. Setelah diadakan pengecekan dan penilaian perusahaan hingga  menyisakan enam peserta, yakni konsorsium PT Rekayasa Industri-JGC Indonesia-JGC Corporation, konsorsium Punj Lloyd Ltd-Hyundai Engineering, konsorsium Daewoo-Wijaya Karya Insan Pertiwi, konsorsium PT Tripatra-Samsung Engineering, konsorsium Inti Karya Persada Tehnik-Chiyoda Corp-Chiyoda Int. Indonesia, dan konsorsium Hyundai Heavy Industries-PT Dara Transindo Eltra.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa PT Tripatra–Samsung Engneering telah memenangkan tender yang nilainya trilliunan tersebut. Namun setelah kabar itu dikonfirmasikan kepada pihak Mobil Cepu Limited (MCL) ternyata belum juga ada  jawaban kepastian pemenangnya.

Padahal proyek raksasa tersebut pada tahun 2013 diharapkan selesai hingga bisa mengenjot produksi minyak di Blok Cepu yang mencapai 165.000 barel per harinya pada awal kuartal pertama tahun 2014.

“Kami belum menandatangai kontrak proyek raksasa EPC tersebut, meski demikian diharapkan dalam beberapa minggu kedepan sudah ada keputusan dari Bp Migas terkait dengan ketentuan pemenangnya,” kata Rexy H Mawardijaya Field Public And  Government Affaairs MCL pada LIcom, Jum’at (5/8).

Diantara lima proyek EPC itu adalah pembangunan central processing facility ( CPF). Pipanisasi darat sebesar 20 inci sepanjang 72 Km mulai dari bibir sumur minyak Banyuurip  Bojonegoro hingga ke pantai Palang Tuban.

Disamping itu pembangunan lainnya adalah pipanisasi bawah laut sejauh 23 Km dan pembangunan menara tambat dan tangker raksasa di tengah laut untuk menampung minyak sebelum dikapalkan.

Kemudian pembangunan waduk buatan untuk menampung air dengan sistem desalinisasi. Semua proyek tersebut, kata Rexy, akan dikerjakan tahun ini, namun siapa pemenangnya dirinya belum mengetaui karena belum ada kontrak kerjanya.hid/LI-07