LENSAINDONESIA.COM: Sepuluh ledakan telah mengguncang pinggiran tenggara ibukota Libya Tripoli akibat serangan udara terus menerus dari NATO yang menghajar negara Afrika Utara tersebut. Sejumlah media Teluk menyebutkan kerusakan berat terjadi di beberapa sudut kota tersebut, Jumat (5/8/2011).

Ledakan yang terjadi beruntun mengiringi raungan jet-jet tempur NATO yang melintas cepat di atas ibukota Libya itu. Televisi pemerintah Libya menuding jet-jet tempur NATO itu secara sengaja menarget “situs sipil dan militer” di pinggiran tenggara Khellat al-Ferjan. Penyiar televisi itu menyatakan serangan dilakukan oleh “agresor kolonialis.”

Pada hari Kamis (4/8/2011), serangan udara NATO menewaskan seorang ibu dan dua anaknya di kota pesisir Zliten, kata seorang pejabat lokal Libya. Pemerintah Libya, yang mengajak wartawan tur kota, mengatakan mereka tewas dalam serangan udara NATO di sebuah vila dalam lingkungan perumahan.

Pemboman NATO atas Libya terjadi sejak Maret. Para petinggi NATO beralasan bahwa serangan itu untuk melindungi warga sipil Libya dan menghajar pasukan rezim Muammar Khaddafy. Tak pelak, pendukung rezim Khaddafy pun balik menuding NATO, dengan menyatakan bahwa jet-jet tempur NATO justru banyak membunuh warga sipil. dhu/wgr/LI-08