LENSAINDONESIA.COM: Seorang karyawati BRI Syariah, Medan, sebelumnya dinyatakan hilang selama empat hari. Tapi kini, Wahyuni Br Simangunsong (26), justru mayatnya ditemukan di bawah jembatan Jalan lintas Tele Desa Pardomuan Kecamatan Harian,Kabupaten Samosir, Sumatera Utara atau 250 km dari Medan, Jumat (5/8) pukul 12.00 wib.

Dugaan sementara, korban saat itu diculik. Sebab saat ditemukan kondisinya sangat mengenaskan.Tubuhnya membusuk. Kedua tangan dan kakinya diikat dengan menggunakan jilbab.

“Tangannya diikat tali tas dan lakban. Kaki diikat dengan jilbab dan leher dijerat dengan syal,” demikian disampaikan Kapolsek Samosir AKP Hasan Basri, Sabtu (6/8).

Saat ditemukan, kata Hasan, korban mengenakan celana hitam, baju berwarna krem. Sedangkan tangan, kakinya diikat dan lehernya dijerat.

Wahyuni, warga Kisaran, Kabupaten Asahan ini sehari-hari bekerja sebagai tenaga marketing di BRI Syariah. Dia indekos di Jalan S Parman, Medan.

Jenazah Wahyuni kemudian dibawa ke RSU Pirngadi Medan untuk diotopsi.

Namun, proses otopsi ini belum selesai secara keseluruhan, sebab ada beberapa jaringan tubuh yang harus diperiksa secara lebih teliti di bagian Patologi Anatomi. Pasalnya telah terjadi proses pembusukan terhadap tubuh korban.

Menurut Kepala Forensik Instalasi Jenazah RSU Pirngadi Medan, Surjith Singh, kepada wartawan, Sabtu (6/8), hasil forensik menunjukkan korban sebelum tewas mengalami tanda-tanda kekerasan.

“Terdapat tanda-tanda kekerasan yakni pada kening, wajah, pipi sebelah kanan dan bola mata kiri serta kanan akibat benturan benda tumpul,” kata Singh.

Selain itu, masih kata dia, ada juga ditemukan tanda-tanda kekerasan pada leher sebelah kiri dan sebelah kanan. Korban diduga sempat melawan karena pada lengan sebelah kanan juga ditemukan sejumlah luka.

Dari hasil otopsi, diduga korban telah tewas sekitar tiga hari lalu karena jenazah korban sudah membusuk saat ditemukan. Namun, untuk kehamilan korban, belum bisa dipastikan dan perlu pemeriksaan tambahan guna membuktikannya.

Sementara Hasan menduga korban dibunuh di tempat lain dan sengaja dibuang ke lokasi tersebut. Soal siapa orang yang dicurigai sebagai pelaku, Hasan mengungkapkan, mereka sedang mengejar pengemudi mobil Toyota Innova yang diduga orang yang membuang jasad Wahyuni. Mobil Innova ini merupakan milik korban.

Pimpinan Kantor Cabang Induk BRI Syariah Medan Ridwan Muchlis membenarkan Wahyuni adalah salah satu pegawainya. “Ya benar, itu pegawai kami,”ujarnya.

Hingga Sabtu (6/8) jenazah korban masih berada di ruang jenazah RS Pirngadi, Jalan HM Yamin, Medan. Sementara puluhan kerabat masih berkumpul di rumah duka.ps/kt/LI-07