LENSAINDONESIA.COM: Helikopter tercanggih milik Amerika Serikat (AS) ditembak jatuh gerilyawan Taliban, Jumat (5/8/2011) malam.

Bahkan, helikopter anti radar itu hancur berkeping-keping setelah sebuah roket milik gerilyawan Taliban menghantamnya. Akibatnya, 38 orang tentara, termasuk Pasukan Khusus AS seketika meregang nyawa.

Kabar tersebut dirilis seorang juru bicara Propinsi Wardak, tempat jatuhnya helikopter, Sabtu (6/8/2011) siang, di stasiun televisi setempat.

“Helikopter AS itu Jumat malam ditembak jatuh oleh gerilyawan Taliban saat sedang lepas landas. Satu roket yang ditembakkan oleh gerilyawan itu menghantam pesawat itu dan hancur seluruhnya,” ujar Shahidullah Shahid, juru bicara provinsi Wardak.

Jumlah korban tewas itu merupakan insiden tunggal terbesar bagi pasukan asing sejak perang dimulai akhir tahun 2001. BER/LI-10