LENSAINDONESIA.COM: Berbulan-bulan menggerogoti uang perusahaan hingga Rp 7,4 miliar, Nungar Cahaya Ritonga akhirnya diringkus Satuan Reserse Kriminal Polres Gresik, Jawa Timur.

Direktur pengembang PT Anugerah Berkah Agung (ABA) ini sempat menjadi buronan komisaris perusahaan itu, sekaligus pembeli rumah yang tertipu.

Penangkapan perempuan cantik berusia 41 tahun ini dilakukan Unit Idik I Sat Reskrim Polres Gresik di rumahnya di Lamongan. Polisi bergerak setelah mendapat laporan dari Komisaris PT ABA Ainur Rosyidi.

“Korban lain sudah melaporkan ke Polres Gresik sebelumnya dan mengaku telah membayar sejumlah uang, namun yang dijanjikan oleh pengembang belum ditepati,” jelas Kasat Reskrim Polres Gresik Ajun Komisaris Fauzan Sukmawansyah, Sabtu(6/8).

Semula, polisi tidak menemukan Nungar meski menyanggong di rumahnya sejak, Kamis (4/8) siang. Namun polisi tak menyerah dan hasilnya, mereka berhasil menangkap perempuan itu ketika pulang menggunakan mobil pukul 02.00 WIB. Tak bisa berkutik, Nungar pun menurut ketika digelandang ke Polres Gresik.

Dalam pemeriksaan, Nunggar diberondong sedikitnya 20 pertanyaan terkait laporan penggelapan dana miliaran rupiah seperti disampaikan Ainur Rosyidi. Sejak ditangkap pukul 02.00 WIB, Nungar terus diperiksa dan hingga pukul 11.30 WIB, belum selesai.

Fauzan mengatakan, pihaknya belum bisa membeberkan hasil penyidikan karena keterangan saksi belum lengkap. “Kami masih memeriksa beberapa saksi lagi,” kata Fauzan.

Pengacara Nungar, Sholeh SH yang menunggu di ruang tunggu Polres Gresik, pun tidak bisa memberikan keterangan. “Kami masih menunggu bertemu klien,” jelas Sholeh singkat.

Sebelumnya, Nungar yang menjabat direktur PT ABA perusahaan pengembang perumahan Galaksi Suci Residence, diburu komisaris dan pembeli rumah.

Sebelum menghilang, Nungar diketahui telah melakukan beberapa pelanggaran karena menggunakan uang perusahaan untuk kepentingan pribadi. Beberapa karyawan perusahaan mengaku, mengetahui bahwa Nungar kerap kali mengambil dana dari rekening bersama tanpa prosedur yang benar dan diduga memindahkan sejumlah dana ke tiga rekening pribadinya sampai Rp 7,4 miliar.

Ainur Rosyidi mengaku, sebenarnya sudah melihat tanda-tanda ketidakberesan itu sejak November 2010. Ketidakberesan itu antara lain, kredit macet dan pekerjaan pembangunan perumahan Galaksi Suci Residence di kawasan Suci Manyar Gresik itu terhenti.

Salah satu korban, Miftakhul Arif,36, warga Desa Suci, Kecamatan Manyar, yang sudah memberikan uang muka Rp 26.000.000, dari total harga rumah seharga Rp 104.000.000.

Ainur pun mencoba bicara dengan Nungar sejak dua pekan lalu. Namun yang bersangkutan tidak menunjukkan iktikad baik, bahkan akhirnya menghilang. Hal ini memaksa Ainur melapor ke Polres Gresik dan langkah ini mendapat dukungan dari sejumlah pembeli rumah yang sadar telah menjadi korban penipuan Nungar.ps/kt/LI-07