LENSAINDONESIA.COM: Empat hari sudah Fanny Agustin (12) meninggalkan rumah tanpa ada kejelasan. Kejadian ini membuat kedua orangtuanya kebingungan.

Kejadiannya berawal pada Kamis (4/8), saat itu Fanny berangkat sekolah seperti biasa. Namun, setelah ditunggu sampai menjelang sore, ternyata Fanny tak kunjung pulang.

Orang tua Fanny, Rudi dan Erni sempat mencari kemana-mana saat itu juga. Menghilangnya Fanny diduga kuat pergi bersama lelaki yang tak lain adalah kekasihnya yang juga teman semasa Sekolah Dasar (SD).

Dari keterangan paman Efendi (paman Fanny), hari itu Fanny sempat dijemput lelaki yang mirip pacaranya. “Setahu saya, Fanny dijemput naik taksi oleh anak lelaki yang mirip pacarnya,” ungkap Effendi, Senin (8/8).

Dugaan itu semakin kuat ketika keluarga Fanny menyambangi rumah pacar Fanny. Sesampainya di rumah pemuda berperawakan cilik itu, ternyata pemuda itu juga tidak ada di rumahnya di hari yang sama di saat Fanny menghilang.

“Ternyata dia juga menghilang pada hari dan tanggal yang sama dengan menghilangnya keponakan saya,” tambah Efendi.

Dari kejadian itu, Jumat lalu orangtua Fanny melapor ke Polres Jakarta Barat dengan aduan membawa kabur anak di bawah umur.

Kenekatan Fanny, kata Effendi, lantaran kedua orangtua Fanny tidak setuju dengan hubungan anaknya yang masih kecil. Fanny dianggap masih belum waktunya pacaran.

“Fanny seharusnya konsentrasi ke sekolah dulu, dia masih terlalu muda terlibat urusan asmara. Dia juga belum paham mana yang baik dan tak baik bagi dirinya. Sekarang ini, orangtuanya terus menunggu dara manis itu kembali ke rumah.Kami ingin Fanny kembali. Masa depannya masih panjang,” katanya.ali/LI-07