LENSAINDONESIA.COM:Pada bulan Ramadhan itu Sebenarnya dilarang melakukan hubungan suami istri. Tetapi gumaman para sahabat terdengar oleh nabi Muhammad SAW, kalau mereka itu tidak dapat menahan diri dari menghampiri istri-istrinya itu. Maka turunlah ayat yang menghalalkan dilakukannya di malam hari (setelah Shalat Tarawih).

Suatu hari Rosul kedatangan seorang sahabat, yang mengatakan, bahwa dirinya telah melakukan hubungan suami istri disiang hari. Kata Rosul, “kau harus bayar kifarat (hukuman), dengan dua bulan berpuasa beruturut-turut”. Sahabat lantas menjawab : “ Tuanku Rosul, jangankan dua bulan, satu bulan juga saya tidak tahan”, kilahnya. “Kalau begitu, kau kasih makan buka puasa untuk 60 orang fakir miskin”, tambah Rosul. “ Ya rosul, bagaimana mungkin saya bisa memberi makan buka puasa untuk 60 orang, saya tidak memiliki harta sebanyak itu”, cetusnya.

Rosul lalu mengambil makanan dan memberikannya kepada si sahabat itu. Sambil berkata; “kasihkan makanan ini, kepada fakir miskin untuk membayar kifaratmu”. Si Sahabat lantas menjawabnya :”ya rosul di desa ini tidak ada yang lebih miskin dari keluarga ku”, kilahnya. Apa kemudian kata Rosul : “ kalau begitu, makanlah makan itu bersama keluargamu”.
bnj/ko/LI-09