Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EKONOMI & BISNIS

Hebat, Gubernur Soekarwo Mampu Tarik BUMD China Investasi Rp 45 Triliun 

LENSAINDONESIA.COM: Setelah melakukan kunjungan dan  mempelajari jalur dan kondisi tol laut atau Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Minggu (6/8), Nanjing Changjiang Waterway Engineering Bureau atau semacam Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) China yang bergerak dibidang Pengairan, tertarik menanamkan investasi.

Dalam kunjunganya ke Pelindo III Cabang Tanjung Perak Surabaya itu, rombongan BUMD Nanjing China yang terdiri dari Mr. Yuan Yakang (Chairman of Nanjing Changjiang Waterway Engineering Bureau), Mr. Gu Guohua (Deputy Director of Nanjing Changjiang Waterway Engineering Bureau), Mr. Zong Shunsong (Senior Advisor of East Java) dan Ms. Tang Jiaying (Suki) meninjau secara langsung kondisi tol laut APBS Dengan menggunakan KM Artama III milik Unit Perkapalan PT Pelindo III (Persero).

“Kunjungan rombongan tersebut difasilitasi oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur dan didampingi dari Dinas Perhubungan dan Otoritas Pelabuhan III,” kata Humas Pelido III, Edi Priyanto, Selasa (9/8).

Dikemukakan Edi, pada kesempatan itu, juga dilakukan pembahasan dan penjajakan tentang peluang investasi dalam kegiatan pelebaran dan pendalaman APBS.

“Rombongan BUMD Nanjing China Bidang Pengairan menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi dalam pemeliharaan APBS,”ujar Edi.

Ketertarikan berinvestasi di APBS tersebut nampaknya masih harus ditindaklanjuti dengan pertemuan-pertemuan yang lebih teknis untuk membicarakan secara detil dan mendalam meliputi teknis pelaksanaan kerjasama, bentuk kerjasama, lama waktu kerjasama, jumlah biaya, besaran sharing, dll.

Ditambakan Edi Priyanto, kunjungan rombongan BUMD China ini merupakan tindak lanjut pasca kunjungan Gubernur Jatim Soekarwo ke Tiongkok yang berusaha mengajak para pengusaha di negara tersebut untuk menanamkan investasinya di Jawa Timur.

Dalam kunjungan kerja Gubernur Jatim Soekarwo dan tim ekonomi Jatim ke China tersebut diberitakan mampu menarik investasi sebesar Rp45 triliun.rid/LI-07

Baca Juga:  Presiden pantau proyek LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, targetkan selesai akhir 2021