Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Awas! Virus Trojan Ancam Pengguna Mozilla Firefox
HEADLINE TECHNO

Awas! Virus Trojan Ancam Pengguna Mozilla Firefox 

LENSAINDONESIA.COM: Seorang peneliti dari Sophos mengingatkan munculnya virus trojan yang mulai mengancam pengguna Mozilla Firefox. Dan penyebab penyebaran virus ini adalah email.

Disebutkan, bahwa jika ada notifikasi email dengan subyek “New Version released” dari email dengan alamat @firefox.com adalah palsu. Email tersebut adalah sarana virus untuk menginfeksi Mozilla yang sudah terinstal di PC, seperti yang dilansir beritatechno.com.

Email tersebut berisikan pesan, bahwa untuk mendapatkan update terbaru dari Mozilla Firefox, pemilik PC harus mendownload sebuah file kecil yang merupakan patch file. Selanjutnya, patch itu menginformasikan akan memperbaiki sejumlah fitur keamanan dan sedikit perubahan pada tampilan browser.

Berikut ini adalah pesan-pesan email yang harus diwaspadai jika muncul di Mozilla:

“A Firefox software update is a quick download of small amounts of new code to your existing Firefox browser. These small patches can contain security fixes or other little changes to the browser to ensure that you are using the best version of Firefox available”.

“Firefox is constantly evolving as our community finds ways to make it better, and as we adjust to the latest security threats. Keeping your Firefox up-to-date is the best way to make sure that you are using the smartest, fastest and . most importantly . safest version of Firefox available”.

“A Firefox update will not make any changes to your bookmarks, saved passwords or other settings. However, there is a possibility that some of your Add-ons won.t be immediately compatible with new updates.”

Di bagian bawah email, terdapat link yang merujuk ke alamat btopenworld.com. File eksekutabel ini sebenarnya adalah installer untuk Mozilla Firefox 5.0.1 dengan password stealer. Virus ini akan mencoba mengalihkan perhatian pemilik PC. Sedangkan, virus ini tetap bekerja secara underground. IAN/LI-10

Baca Juga:  Ciptakan pemilu bersih, Akbar Tanjung: Sistem kepemiluan perlu dibenahi