LENSAINDONESIA.COM: Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi sepakat dengan pernyataan Direktur Eksekutif Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I), Tom Pasaribu, KPK Harus menelusuri dugaan keterlibatan Anas Urbaningrum, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat sebagai mafia anggaran di beberapa kementerian lain.

Bahkan, menurutnya, dugaan kasus itu telah merugikan keuangan negara hingga triliunan rupiah.

Adhie mengatakan, KPK harus benar-benar mencermati pengakuan dari Direktur Utama PT DGI yang saat ini masih diperiksa KPK, Dudung Purwadi, bahwa PT DGI memang spesialis dalam proyek-proyek APBN.

Menurutnya, yang perlu diperdalam, siapa otak yang membuat grand desain ‘perampokan’ APBN oleh PT DGI itu. Apakah hanya sebatas Dudung? Pengakuan Dudung bahwa El Idris walaupun hanya manager marketing tapi bertindak ‘lebih kuasa’ dari Direktur perlu diperdalam. Terlebih, El Idris adalah paman dari Komisaris PT DGI Sandiaga Uno yang diduga kuat sebagai pengendali PT DGI.

Menurut Adhie, dugaan kejahatan persekongkolan M Nazaruddin dan PT DGI sebagai mafia anggaran di beberapa proyek kementerian dan Pemerintah Daerah (Pemda) pasti sudah didesain sedemikian rupa dan diduga kuat ada ‘setoran’ untuk pembiayaan partai.

“Yang pasti kerugian negara sangat besar sekali. Uang yang seharusnya untuk rakyat dirampok sedemikian rupa” ujar Adhie saat berbincang dengan LENSAINDONESIA.COM, Rabu (10/8/2011).

Bahkan, lanjut Adhie, KPK jangan hanya mengusut Nazaruddin, tapi otak dari grand desain perampokan APBN yang ada di PT DGI lolos. ARI/LI-10