LENSAINDONESIA.COM: Hingga kini PoldaSumatera Utara (Sumut) masih melakukan pendalaman terkait kejanggalan paspor milik Syarifuddin yang digunakan Nazaruddin.

Pasalnya, dalam catatan paspor itu disebutkan pernah digunakan oleh Syarifuddin ke Singapura pada 27 Juli, sedangkan Nazaruddin menggunakan paspor itu pada Mei.

Sementara, Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Heru Prakoso mengatakan, penyidik melakukan pendalaman atas pengakuan Syarifuddin. “Penyidik masih mendalami kemungkinan dia terlibat membantu pelarian sepupunya, Nazaruddin ke luar negeri,” jelas Heru.

Dalam pemeriksaan, Syarifuddin mengaku jika paspor tersebut jarang digunakan. Dan tersimpan di lemari rumah pamannya, Jl Garut, Gang Jati, Medan Amplas. Dia mengaku, baru mengetahui setelah melihat tayangan di TV, Selasa (9/8/2011) jika paspor miliknya digunakan Nazaruddin. “Masih diselidikin. Hal ini yang masih perlu pendalaman. Termasuk, kemungkinan paspor Syarifuddin ada dua,” katanya.

Setelah pemeriksaan 1X24 jam, Polda Sumut akhirnya melepaskan Syarifuddin, Rabu (10/8/2011), pukul 17.00 WIB.

Sedangkan, Kapolda Sumut, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, mengatakan, hingga kini status Syarifuddin masih menjadi saksi. Namun tidak menutup kemungkinan bakal menjadi tersangka jika bukti-bukti sangat mendukung.
“Setelah kita periksa sekali 24 jam, Syarifuddin kita pulangkan,” jelas Wisjnu. HKM/LI-10