LENSAINDONESIA.COM: Pagi tadi, Kamis (11/8/2011), Umar Patek tiba di Indonesia, setelah diekstradisi oleh pemerintah Pakistan.

Pria yang diduga berperan besar dalam aksi teror bom Bali 1 itu tiba di Jakarta dengan pengawalan yang ekstra ketat.

Kedatangan Umar Patek ke Indonesia ini juga dibenarkan BNPT (badan Nasional Penanggulangan Terorisme). “Betul,” ujar Ansyaad Mbai, Kepala BNPT saat dikonfirmasi LENSAINDONESIA.COM, Kamis (11/8/2011).

Informasi yang dihimpun LENSAINDONESIA.COM, setelah tiba di Indonesia, Umar Patek langsung dibawa ke Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Sementara, pihak kepolisian bakal memberikan keterangan terkait pemulangan Umar Patek ini sekitar pukul 11.00 WIB.

Diketahui, sebelumnya Badan Intelijen Pakistan telah menangkap Umar Patek pada 2 Maret 2011 lalu. Mereka pun mengaku telah menginterogasi anggota Jamaah Islamiyah yang diduga kuat terlibat dalam aksi bom Bali 1 yang menewaskan 202 orang tersebut. Bahkan, Pria berusia 40 tahun ini merupakan orang yang sangat dikenal oleh badan intelijen di seluruh dunia karena sepak terjangnya.

Umar Patek yang memiliki nama lain Abdul Ghoni alias Abu Syeikh alias Umar Arab ini diketahui juga sebagai penembak jitu. Dia disebut-sebut alumnus pelatihan militer di Afghanistan dan Pakistan pada tahun 1980-1990.

Sementara, sebelumnya Amerika sempat menyatakan akan memberikan hadiah 1 juta dolar bagi yang dapat menangkap Umar Patek. RAM/LI-10