LENSAINDONESIA.COM: Untuk mengenang semangat dan pengorbanan para pejuang dalam merebut kemerdekaan, sejumlah organisasi mahasiswa Unair, aktifis dan LSM menggelar karnaval kemerdekaan dan ziarah bersama ke makam pahlawan di Surabaya, Kamis (11/8/2011).

“Acara ini bertujuan agar kita semua semakin ingat sejarah bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan. Sehingga, kita semua akan bisa mengambil pelajaran dan meneladani semangat pengorbanan serta keberanian para pejuang kemerdekaan dulu,” ujar kordinator acara, Catur Wibowo.

Refleksi kemerdekaan tersebut diselenggarakan arek-arek Suroboyo tergabung dalam Serikat Buruh Kerakyatan-Komite Persiapan Konfederasi Serikat Nasional (KP-KSN), Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga (FAM Unair), Serikat Kedaulatan Mahasiswa untuk Rakyat (SKMR), Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Surabaya dan Ikatan Orang Hilang Indonesia (IKOHI) Jatim.

Dengan pakaian tempoe doloe dan mengendarai sepeda ontel kuno dengan dikomandoi sebuah tank buatan, rombongan peserta karnaval mengambil start dari depan Kampus B Unair menuju Makam WR Supratman, Jl Rangkah Kenjeran, makam Dr Soetomo, Jl Bubutan Surabaya dengan inish di makam Bung Tomo, yang ditutup dengan buka bersama.

Menurut Catur, acara karnaval dan ziarah tersebut merupakan lanjutan dari serangkaian acara yang telah mereka lakukan sebelumnya. “Ini acara lanjutan setelah kita ruwatan di Jembatan Merah. Dan acara ini akan kita lanjutkan dengan gowes (bersepa bersama) Blitar-Surabaya, yang dilanjutkan ke makam Bung Karno pada (16/8/2011) dan upacara kemerdekaan di sana,” ujarnya.

Catur mengatakan, kegiatan tersebut juga sebagai aksi keprihatinan rakyat terhadap maraknya kasus korupsi, kekayaan alam Indonesia di gadaikan kepada pemodal asing, maraknya penggusaran tanah petani, pendidikan dan kesehatan semakin mahal, perbudakan modern terhadap buruh dengan politik upah murah, kerja kontrak dan outsourcing serta berbagai persoalan bangsa lainnya.

“Kemerdekaan yang dulu dengan gigih telah diperjuangkan oleh para pejuang kemerdekaan, kini semakin jauh dari tujuan kemerdekaan itu sendiri,” tandasnya. IAN/LI-10