Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Art & Culture

Namanya Tamsir, Airmatanya Selalu Basah 

Setiap bayi terlahir suci. Dia bagaikan kertas putih. Yang mengisi hari-harinya, adalah perbuatannya. Tak ada yang salah dengan bocah ini. Saat dia lahir ke dunia, dia adalah bayi suci. Dia bersih. Sampai kemudian, pada masa perkembangannya, dia punya kelainan pada tubuhnya. Dia, mirip katak.

—————————–

Coba Anda lihat?

Bentuk wajah, kepala dan tangan bocah ini, memang lain dari orang normal. Saat ditemui di tempat tinggalnya, sang bapak, yang selama ini dekat dengan anak ini, mengakui bahwa anaknya memang berbeda dengan anak-anak yang lain.

Terutama, dengan kondisi fisiknya. Orang-orang di sekitar, malah ada yang menyebut bocah ini mirip dengan katak.

Tentu saja ada penjelasan medis, kenapa bentuk tubuh bocah ini jadi berbeda. Tapi, sampai saat ini, penjelasan itu belum ada.

Anak muda ini bernama Tamsir. Usianya 18 tahun. Dia sekarang bersama ibu-bapaknya di Sumber Rejo, Gedangan, Kabupaten Malang.

Tamsir anak bungsu dari tiga bersaudara. Sebenarnya, kondisinya normal. Ia juga mengerti omongan orang. Dia bisa bicara, tapi agak cedal alias pelat.

Pendengarannya sedikit terganggu. Yang menyedihkan, dari kedua matanya serta hidung, sejak dia kecil, selalu terus-menerus mengucurkan air mata dan selalu basah. Persis seperti mata katak yang selalu basah.

Orangtua bocah ini, adalah orangtua yang berasal dari keluarga sederhana. Mereka tinggal di daerah Gedangan, Malang.

Bocah ini sendiri, sampai usia sekolah, masih belum bisa sekolah. Ini bukan karena dia tidak pintar. Atau, karena ada masalah dengan kapasitas intelektualnya.

Tidak!

Tapi, memang ada masalah lain. Sang bapak, mengakui, memang ada perasaan di dalam dirinya, yang menyebutkan bahwa anak ini menjadi seperti bentuknya sekarang, karena ada hubungan dengan masa lalu keluarga.

Baca Juga:  Surabaya butuh figur pemimpin luar biasa, FomDem dorong bupati ini maju Pilwali 2020

‘’Ini karma, mas.’’

Begitulah sang bapak meyakini. Menurut cerita, kakek-buyut bocah ini, terkenal sebagai orang pemberani. Tepatnya, jagoan.

Tapi, ada satu hal yang suka dilakukan. Yaitu, menyiksa binatang.

Apa benar ini ada hubungannya? Apakah ini karma? Apakah ini kutukan?

Yang jelas, ini adalah kisah hikmah. Karena, setiap bayi adalah suci. Kehidupan yang memberikan coretan-coretan pada kertas kosong yang putih itu.bersambung/LI-07