Sidang Titin Sumiarni Sarat ‘Permainan’
Aneh, Pembobol BRI Rp 1,5 M Hanya Dijerat Pemalsuan Surat

LENSAINDONESIA.COM: Titin Sumiarni (39), warga Platuk, Surabaya terdakwa yang membobol Bank BRI senilai Rp 1,5 milyar mulai menjalani sidang perdana. Namun sayangnya, sidang yang digelar di PN (Pengadilan Negeri) Surabaya, Selasa (16/8/2011), tersebut diduga sarat akan ‘permainan’.

Dugaan itu semakin kuat ketika JPU (Jaksa Penuntut Umum) Djauhari Fushuus SH MH, dari Kejati (Kejaksaan Tinggi) Jatim hanya menjatuhkan dakwaan melanggar pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat, yang ancamanya 6 tahun penjara. Padahal, Titin dengan jelas-jelas terbukti membobol Bank BRI senilai Rp 1,5 milyar selama tiga tahun berturut-turut. Sementara, sejumlah pasal lain yang memberatkan terdakwa tidak dicantumkan dalam surat dakwaan JPU.

Dalam kasus pembobolan bank ini JPU hanya menyorot tentang delik pemalsuan suratnya saja. Sedangkan, penipuan dan penggelapan uang bank BRI sebesar Rp 1,5 milyar seakan-akan ‘diabaikan’ begitu saja.

Selain menyeret Titin di kursi pesakitan, JPU juga menyeret Sudjiati (42), warga Jl Sentro Baru III Surabaya. Karena, Sudjiati berperan sebagai orang yang mengajukan kredit.

Tak hanya itu, dalam sidang tersebut juga terdapat terdakwa lain yang disebutkan dalam dakwaan. Diantaranya, Wahyu Mulyanto (37), warga Jl Setro V, Achmad Markus (33), warga Jl Gedangan-Jolotundo, Mojokerto dan Achmad Ridwan (47), warga Tulangan-Sidoarjo. Mereka berperan menyediakan surat-surat yang dibutuhkan untuk pengajuan kredit. Diseret juga terdakwa Amos Sudjarwo (51), warga Jl Kapas Krampung Surabaya dan Roby Hendarto (49), warga Kebandilan, Waru, Sidoarjo, yang berperan membantu sebagai perantara pembuatan KTP aspal (Asli tapi Palsu).

Selain menyeret para terdakwa juga diamankan sejumlah BB (barang bukti) yakni, 1 unit Laptop, Scanner dan Printer, 150 stempel berbagai macam instansi, 800 buah materi palsu, 8000 bahan blangko KTP, 5000 bahan Akte Kelahiran, 40.000 bahan KK, sejumlah akta tanah aspal serta NPWP. BAM/LI-10