LENSAINDONESIA.COM: Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri kembali menangkap dua pelaku teror bom, di sebuah pasar Swalayan di Lubuk Linggau, Sumatra Selatan.

“Detasemen 88 telah menangkap dua orang. Yang kemarin, satu berinisial AH. Tapi sebelumnya, telah ditangkap di Palembang berinisial AL,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen pol Anton Bahrul Alam, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (16/8/2011).

Menurut Anton, hari ini tim Densus tengah menggeledah ruma AG, orang yang diduga sebagai kurir pengirim bom ke Swalayan SM.

“Hari ini sedang digeledah rumahnya AG itu, di daerah Sekayu. Kita tunggu saja hasil pengeledahannya apa, nanti kita sampaikan,” katanya.

Anton mengaku, penyidik belum mengetahui motif pelaku melakukan aksi teror. Polisi juga belum dapat mengungkap apakah pelaku terkait dengan jaringan teroris yang selama ini menebar teror di tanah air. “Belum tahu juga. Tapi, apakah mereka juga yang buat bom, belum tahu juga, masih kita kembangkan dulu, motifnya dan segalanya,” tandas Anton.

Diketahui, paket bom rakitan meledak di sebuah Swalayan di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, Sabtu (18/6/2011) pagi. Paket tersebut ditujukan untuk pemilik SM Swalayan, Hindra Sumarjono. Akibatnya, sang pemilik terluka di bagian perut dan harus mendapat perawatan di rumah sakit.

“Telah terjadi ledakan bom rakitan berbentuk paket ukuran 15×20 centimeter, tempat kejadian perkara SM Swalayan Jalan Yos Sudarso,” jelas Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar, Sabtu (18/6/2011).

Menurutnya, paket bom tersebut diterima petugas keamanan Swalayan pada Jumat 17 Juni 2011, pukul 17.12 WIB. Satpam SM Swalayan menerima paket itu dari seseorang laki-laki yang tidak dikenal. Namun, sorenya Hindra tidak berada di tempat. Dan paket disimpan di ruang informasi dan baru diserahkan pukul 09.00 WIB, pada 18 Juni 2011. “Saat yang bersamaan dibuka paket meledak, mengakibatkan korban luka-luka. Saat ini korban masih dalam perawatan RS,” ujar Boy. RAM/LI-10