LENSAINDONESIA.COM: Bulan ramadan selalu disebut dengan bulan penuh keta’atan. Namun, hal itu tidak berlaku bagi pengguna jalan di Surabaya.

Buktinya, pengendara motor maupun mobil lebih banyak dijerat tilang ketika memasuki bulan puasa hingga sekarang. Bahkan, jumlah pengendara yang melanggar pada bulan puasa mencapai sekitar 2500 pelanggar dengan surat tilang resmi.

Maraknya para pengendara yang terkena tilang ini bisa terlihat pada hari Jumat siang di Kantor Kejari (Kejaksaan Negeri) Surabaya. Pasalnya, ditempat ini setiap hari Jumat selalu dipenuhi para pelanggar kendaraan yang hendak membayar denda tilang. Bahkan, jumlah pembayar denda tilang ini semakin meningkat sejak memasuki bulan puasa.

”Saya disini untuk mengurus surat tilang kendaraan roda dua,” ujar Faisal, pria asli Surabaya Barat ini ketika ditanya LENSAINDONESIA.COM.

Menurut Faisal, dia ditilang lantaran telah melanggar rambu-rambu lalu lintas di kawasan Darmo Surabaya. ”Kebetulan pada waktu itu saya lupa untuk menyalakan lampu, sehingga polisi memberikan surat tilangnya,” ujarnya.

Sementara, Kasipidum Kejari Surabaya, Setyo Pranoto, mengatakan, banyaknya surat tilang yang masuk di Kejari Surabaya dikarenakan semakin banyaknya pengguna jalan yang melanggar rambu lalu lintas. ”Setiap hari Jumat kita mendapatkan surat tilang sebanyak 2500 lembar dan ini yang membuat lama pelayanan,” jelasnya.

Bahkan, pelayanan cepat bagi pembayar denda tilang itu sudah diupayakan Kejari Surabaya. ”Kita sudah membangun loket pembayaran baru di bawah dekat halaman parkir. Tujuannya, agar masyarakat yang membayar surat tilang tidak langsung naik ke lantai dua,” paparnya.

Meski demikian, Setyo juga mengakui, jumlah perkara tilang kali ini semakin meningkat. ”Jika sebelumnya (Sebelum puasa, red) surat tilang yang masuk perharinya hanya 1500-1700 surat tilang, akan tetapi pada hari puasa ini bisa mencapai 2500 surat tilang,” jelasnya.

Dengan klasifikasi, 70 persen surat tilang untuk R2 (Roda Dua) dan 30persen untuk R4 (Roda Empat). ‘ 70 persen surat tilang roda dua, sedangkan 30 persen roda empat,” tambahnya. BAM/LI-10