Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Art & Culture

11 Tahun Tinggal di Indonesia, Arnold Sangat Ingin Jadi WNI 

LENSAINDONESIA.COM: Matahari pagi mulai menampakan diri. Jarum jam menunjukkan pukul 08.00 WIB. Orang-orang telah memenuhi sejumlah titik di Istana Kepresidenan. Mereka tak lain, tamu-tamu yang khusus diundang pihak Istana untuk menghadiri Upacara HUT ke-66 RI. Mereka yang hadir antara lain warga, maupun para duta besar negara sahabat.

Diantara ratusan tamu yang hadir, adalah Arnold Sebastian Egg, seorang warga negara asli Belanda yang kini tengah menunggu proses naturalisasi menjadi WNI.

Ya, pria yang sudah 11 tahun tinggal di Indonesia itu sangat ingin menjadi bagian dari Bangsa Indonesia.

“Istri saya orang Bali, dan saya sudah 11 tahun di sini, saya senang dengan Indonesia. Saya mau jadi WNI,” ujar Arnold dengan bahasa Indonesia fasih di Istana Merdeka, Rabu (17/8/2011).

Kehadiran Arnold sendiri dalam peringatan HUT kemerdekaan RI di Istana Negara bukanlah karena dia seorang diplomat.

Kehadirannya karena dia diundang sebagai Presiden Direktur PT TokoBagus. Ia merasa senang telah diundang. “Saya kan disini diundang untuk perayaan HUT RI, ini pertama kalinya,” katanya.

Arnold memiliki postur tubuh yang tinggi dan besar, selayak orang Eropa kebanyakan, karena perbedaan postur itu ia pun menjadi perhatian, banyak yang meminta berfoto bersamanya di pelataran istana merdeka. Dia pun tak keberatan. “Sebentar ya,” katanya dengan ramah.

Di tengah menurunnya rasa percaya diri bangsa, pandangan Arnold terhadap Indonesia mungkin bisa menjadi setetes air di padang pasir. Ia begitu bangga dengan Indonesia.

“Sebenarnya Indonesia adalah negeri yang memiliki potensi yang besar, dan saya bangga ada di negeri yang luar biasa,” katanya.

Ia mengaku sedih melihat kekerasan di Indonesia yang belakangan ini kerap terjadi. “Saya rasa itu hanya segelintir orang saja, tapi kebanyakan di sini orangnya ramah,” tandasnya.ram/LI-07

Baca Juga:  Rhenald Kasali : "CEO harus paham, disrupsi lebih mudah diatasi ketimbang resesi!"