LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah AS dibawah Presiden Barack Obama mulai bersikap lebih tegas dalam menghadapi berbagai aktivitas mereka yang diduga terkait jaringan terorisme. Departemen Keuangan Amerika Serikat, Selasa (16/8/2011) waktu setempat, menjatuhkan sanksi pembekuan aset tiga tokoh Jamaah Islamiyah Asia Tenggara yang mungkin mereka miliki di wilayah AS.

Ketiga tokoh Jamaah Islamiyah (JI) yang dipersalahkan melancarkan pemboman mematikan di kawasan Asia Tenggara tersebut adalah, Umar Patek, Abdul Rahim Baasyir, dan Muhammad Jibril Abdul Rahman. Dalam pengumumannya yang diposting di website Depkeu AS, Pemerintah AS juga melarang setiap warganya melakukan transaksi bisnis dengan mereka yang namanya tercantum itu.

Departemen itu menyebut ketiga orang ini merupakan  tokoh kunci terkait jaringan Jemaah Islamiyah dengan kelompok-kelompok militan lain termasuk Al Qaida, Lashkar-e Tayyiba Pakistan dan kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan.

Umar Patek, yang terkait serangkaian serangan di Filipina dan juga bom Bali 2002 yang menewaskan 202 orang, diekstradisi pekan lalu ke Indonesia dari Pakistan. Jibril, tulis situs tersebut, menjadi penyalur dana bagi serangan-serangan Jemaah Islamiyah dan menjalani pelatihan militer di Pakistan, tempat ia bertemu dengan personil Al Qaida dan Taliban. dhu/kls/LI-08