LENSAIDONESIA.COM: Hingga kini KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) mengaku kesulitan mengembangkan 31 kasus dugaan korupsi yang melibatkan Nazaruddin. Hal itu disampaikan Ketua KPK Busyro Muqoddas ketika usai memimpin upacara peringatan HUT RI ke 66 di halaman Gedung KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.

Menurutnya, sekarang ini KPK sedang melakukan tahapan pengumpulan barang bukti (BB) dan keterangan (pulbaket) yang berpotensi merugikan negara senilai Rp 6,037 triliun.

KPK kesulitan membongkar gurita Nazaruddin karena terbatasnya jumlah penyidik. Meski, KPK berpikir untuk menambah penyidik. “Rekruitmen tidak maksimal juga, karena keterbatasan tempat,” lanjut
Busyro di Gedung KPK, Rabu (17/8/2011).

Tak hanya itu, Busyro juga enggan memberikan keterangan lebih lanjut kasus mana yang menjadi prioritas KPK.
“Saya belum bisa katakan yang mana yang prioritas karena belum final,” imbuh Busyro.

“Yang penting alat buktinya ya. Jadi, walau kasusnya besar dan ruginya besar, tapi alat buktinya sedikit itu bukan masuk skala prioritas,” jelas Busyro, tanpa menjelaskan kasus mana yang sudah memiliki
barang bukti. ARI/LI-10