Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
AKTIVIS

Taufik Monyong: Kemerdekaan Hanya Suburkan Korupsi 

LENSAINDONESIA.COM: Seluruh daerah di penjuru negeri merayakan HUT RI ke 66 dengan menggelar Upacara Bendera dan berbagai macam lomba.

Tetapi berbeda dengan cara seniman mengekspresikan perayaan HUT RI terutama di Surabaya. Dimana salah satu seniman merayakan kemerdekaan dengan menggelar aksi tunggal turun jalan untuk melontarkan protes terhadap pemerintah.

Seniman ini adalah Taufik Monyong. Seorang seniman asal kota Pahlawan ini dengan berpenampilan aneh, berorasi di pinggir jalan, tepatnya di Jalan Yos Sudarso. Dengan mengenakan pakaian ala Superman lengkap dengan atribut sayap di punggung dan juga tudung kepala.

Anehnya tudung kepala ini terbuat dari celana dalam berwarna abu-abu. Praktis aksi ini menarik perhatian masyarakat yang sedang melintas di jalan itu. Tak hanya itu, dengan menggunakan dua balok kayu, dua kaki seniman ini diikat seolah-oleh terbelenggu. Aksi tunggal Taufik ini cukup menarik perhatian ketika ada sepeda Vespa berwarna merah yang berdiri di sampingnya.

Menurut Taufik, aksi ini adalah ekspresi kekecewaan terhadap pemerintah saat yang dinilai tidak mampu  melaksanakan cita-cita kemerdekaan bangsa yakni mensejahterakan seluruh tumpah darah rakyat Indonesia.

“Kemerdekaan ini bukanlah yang sesungguhnya. Karena kemerdekaan hanya dinikmati oleh segelintir orang termasuk Petinggi negeri. Bahkan kemerdekaan malah menyuburkan korupsi,” teriak Taufik saat beraksi di depan Gedung DPRD Surabaya, Rabu (17/8/2011) pagi.
Berbagai kasus korupsi yang banyak melibatkan pejabat justru seolah-olah hilang bak ditelan bumi. Salah satu contoh mega skandal Bank Century yang hingga hari ini belum jelas. Kasus Century belum rampung, muncul lagi kasus Nazaruddin yang diduga terlibat korupsi Triliunan Rupiah.  “Pemerintah tidak akan mendapat simpati rakyat, jika korupsi masih merajalela dan penegakan hukum masih lemah,” katanya.

Baca Juga:  Ini nama-nama pemenang undian umroh gratis bagi wajib pajak patuh

Bahkan seniman nyentrik ini berkeliling kota Surabaya dengan menggunakan vespa buntutnya. “Yo ngene iki rek(ya beginilah), ini kan bagian dari eksistensi dan ekspresi saya sebagai seniman yang peka dengan realitas kehidupan yang dirasakan masyarakat,” pungkas Seniman yang juga mantan Aktivis 98 itu.ded/LI-07