Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Art & Culture

Tiap Kali Bicara, Tamsir Selalu Grook…Grook… 

Sebagai remaja, Tamsir tergolong anak yang berbakti pada orangtua. Terkadang, ia ikut menanam bibit tanaman. Sering ia lupa waktu kalau sudah begitu.

—————————

“Kalau ke sawah, setiap hari dia selalu ingin ikut. Cuma karena kasihan, biasanya dia juga saya larang. Kalau pas ada yang perlu dikerjakan saja, saya biasanya menginjinkan dia ikut saya. Kalau nggak, ya saya suruh jaga rumah saja. Nonton teve sambil santai-santai,’’ kata Wagimin.

Tamsir juga sopan. Selain ramah, hubungan dengan sesama warga di kampungnya, juga sangat baik. Itu sebabnya, banyak yang tidak melihat Tamsir dari bentuk wajahnya saja. Tetapi, perangai dan sikapnya yang santun.

Jadi, buat warga, Tamsir selayaknya remaja normal lainnya. Dia tak pernah dikucilkan. Apalagi, jadi bahan gunjingan.

Semakin hari, Tamsir tumbuh jadi remaja. Tinggi badannya terus bertambah. Sepertinya, Tamsir juga butuh sesuatu. Sesuatu yang lebih dari saat ini.

Tapi, dengan kondisi tubuhnya yang sekarang, dia agak kesulitan. Apalagi, bentuk jemarinya yang melebar mirip tangan katak. Tamsir kesulitan bergerak.

Namun demikian Tamsir terlihat sehat. Ia bisa duduk di layaknya manusia biasa. Kegemarannya minum kopi. Tamsir juga bercerita panjang lebar dalam bahasa yang pelat dan kaku. Tapi, kadang orang susah menangkap apa yang diomongkan.

Satu yang membuat hati orang trenyuh. Saat melihat dia bicara, ada suara yang selalu keluar dari nafasnya. Iramanya serak. Berat.

Bunyinya mengikuti tarikan nafas. Suara itu, seperti seekor katak yang sedang berteduh di sebuah kolam: Grooook… Grooook!

Suara itu begitu menyayat hati. Bagi Wagimin, suara nafas Tamsir memang sudah biasa. Sepintas, seperti suara orang yang sedang sakit batuk dan punya penyakit dalam.

Baca Juga:  Kemenkeu bantah rokok akan naik hingga Rp 51 ribu

Tapi, Tamsir tak punya penyakit itu. Suara itu, benar-benar suara yang keluar dari dalam perutnya.

Selain itu, kedua bola mata Tamsir juga selalu basah. Tak jelas dari mana air itu mengalir. Jadi, kalau dilihat, Tamsir seperti orang yang menangis. Butir-butir air mata itu terlihat jelas menetes.

Begitu juga dari hidung Tamsir. Selalu ada air yang keluar. Meski kondisi sedang panas, air itu terus saja menetes. Air itu berkilau. Kilaunya, seperti kaca yang bisa memantulkan bayangan. Air yang keluar dari matanya, dan air yang keluar dari hidungnya, berbeda dengan air pada orang umum.bersambung/LI-07