LENSAINDONESIA.COM: Rona dan romantika warga masyarakat terus mewarnai peringatan Hari Kemerdekaan RI. Tidak ketinggalan kelompok pecinta alam di Kabupaten Tuban juga menggelar hari keramat tersebut. Belasan orang pemuda berkumpul di depan Goa Gembul di Desa Jadi Kecamatan Semanding.

Goa Gembul selama ini diyakini warga masyarakat setempat sebagai salah satu petilasan Wali Songo di Tuban. Lokasi ini pernah menjadi tempat pertemuan para wali untuk menyelesaikan permasalahan umat Islam yang terjadi kala itu.

Salah satu bukti, adalah hamparan batu licin sebesar meja besar dan dipinggirnya terdapat batu-batu yang diyakini sebagai kursi para wali Allah tersebut.

Tidak jauh dari tempat tersebut ada bebatuan yang saat itu berfungsi sebagai tambatan tali kekang kuda. Tidak salah kalau tiap tahunnya di lokasi ini diadakan upacara nyadran, dan tiap harinya selalu ada orang yang datang untuk ”nyepi”

Pelaksanaan upacara tidak jauh beda dengan upacara di tempat lain. Peserta memakai kaos dengan ransel tertempel dibelakang badan. Bendera merah putih tidak dikibarkan, namun ditempelkan di dinding dalam goa.

Selain itu yang menyita perhatian adalah tiga orang peserta, termasuk inspektur upacara memakai topeng bergambar wajah Nazaruddin, Gayus dan Nunun.

Edy Thoiyibi, selaku inspektur upacara kepada wartawan mengatakan, kalau sebenarnya masih banyak yang perlu dipikirkan, apalagi melihat uang milyaran rupiah yang saat ini dikorupsi para koruptor.

‘’Kami ingin membuka mata bahwa masalah lingkungan memerlukan prehatian dan dana. Alangkah sayangnya kalau dana sebesar itu hanya dinikmati segelintir orang,’’ tutur Edy.jan/LI-07