LENSAINDONESIA.COM: Para abdi negara yang ada di Bojonegoro bisa jadi akan mengelus dada, sebab THR ( Tujangan Hari Raya) yang diharapkan untuk menutup kebutuhan  hari Raya Idul Fitri ternyata belum jelas. Selain itu gaji PNS juga tidak bisa dimajukan.

Hal itu dikatakan Wabup Bojonegoro Setyo Hartono saat dikonfirmasi LIcom, Jum’at (19/8/2011).

“Untuk THR, para PNS belum ada keputusan resmi dari Pemkab. Pasalnya pihaknya masih menunggu keputusan dari Bupati Suyoto ada tidaknya THR tersebut,” kata Setyo.

Sementara itu Sekretaris Daerah Bojonegoro Soehadi Mulyono dikonfirmasi LIcom mengatakan, untuk gaji para PNS tidak ada kebijakan untuk memajukan meski libur bersama untuk hari raya ditetapkan sampai tanggal 5 September.

“Tetap akan kita berikan setelah libur bersama gaji untuk para PNS dan tidak akan dimajukan seperti kebijakan Bupati Lamongan dan Tuban yang memajukan sebelum lebaran berlangsung,” tambah Mulyono.

Karena itu banyak PNS yang menyayangkan keputusan Bupati Suyoto karena dengan gaji itulah para PNS bisa membeli kebutuhan lebaran.

“Saya berharap Kang Yoto harus realistis untuk membantu para PNS. Apa beratnya untuk memajukan gaji sebelum lebaran. Pasalnya daerah lain bisa, kenapa Bojonegoro PNSnya tidak bisa,” kata  Ahmad salah satu PNS.

“Boro-boro THR Gaji yang sudah menjadi haknya saja tidak dipermudah untuk dimajukan, apalagi mengharapkan THR,” tambah Ahmad. hid/LI-07