LENSAINDONESIA.COM: Dua orang pemudik menjadi korban pembiusan seorang pria yang baru dikenalnya. Uang sebesar Rp 6 juta milik kedua pemudik yang akan dipakai membeli oleh-oleh lebaran di kampung, malah amblas dibawa pelaku. Sementara, polisi hingga kini belum berhasil menangkap pelaku.

Dua pemudik yang bernasib naas itu bernama Ahmadi (25) dan Tarnoto (27). Keduanya berasal dari Desa Serengseng, Kecamatan Kerangkeng, Indramayu, Jawa Barat. Mereka bekerja sebagai buruh bangunan di Pontianak, Kalimantan Barat. Rencanaya, mereka akan berlebaran di kampung halamannya.

Ahmadi mengatakan, kejadian naas itu berawal saat dia dan Tarnoto baru tiba di Bandara Soekarno Hatta. “Saya dan Karnoto sama-sama bekerja di sana. Sesampai di Bandara saya menumpang Bus Damri menuju Terminal Bus Rawamangun, Jakarta Timur,” ujarnya.

Namun, lanjut Ahmadi, dalam perjalanan menuju Terminal Rawamangun, mereka berkenanalan dengan lelaki paruh baya yang mengaku hendak pulang ke Cirebon. Lelaki itu mengaku, bekerja sebagai TKI di Malaysia. Pria yang tidak menyebutkan namanya itu mengajak ngobrol serta mengajak Ahmadi dan Toronto pulang kampung. “Katanya, dia mau pulang kampung bersama temannya Pak Haji di Rawamangun,” jelasnya.

“Kami diajak pulang kampung bareng menggunakan mobil Pak Haji itu. Saya kira perkataanya benar, karena selama di dalam bus kelihatannya seperti orang baik,” tandas Ahmadi, yang mengaku sudah sembilan bulan menjadi kuli bangunan di Pontianak.

Sesampainya di Terminal Rawamangun, Ahmadi dan Tarnoto diberikan kolak oleh lelaki itu. Namun, setelah menyantap kolak tersebut, Ahmadi dan Tarnoto merasa pusing. Keduanya pun pingsan dan tersadarkan diri. Mereka baru sadar ketika berada di RSUD Koja, Jakarta Utara pukul 07.30 WIB. “Saya sadar sudah ada di rumah sakit. Nggak tahu siapa yang mengantar saya dan Tarnoto ke sini,” ujarnya.

Sedangkan Tarnoto hingga kini belum sadar. Namun, betapa terkejutnya saat mengetahui dompet mereka yang berisi masing-masing Rp 3 juta ikut raib. Sementara, yang tertinggal hanyalah tas yang berisi pakaian. UMR/LI-10