Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE LIFETREND

Waroeng Onthel Tawarkan Menu Unik Sambil Ngonthel 

LENSAINDONESIA.COM: Bandung memang gudangnya kuliner. Setiap saat muncul tempat makan baru yang menawarkan berbagai menu atau tempat yang unik, menarik, dan nyaman.

Salah satunya adalah Waroeng Onthel, tempat makan yang terletak di kawasan Jalan Dipatiukur Nomor 73 A. Selain menawarkan makanan murah meriah, juga menawarkan tempat nyaman nan unik.

Dikatakan sang empunya Waroeng Onthel, Doddi Iryana Memed, 52, bahwa ide awal mendirikan tempat makan ini berawal dari keinginan sang anak, Rezha Noviana yang ingin membuka usaha untuk menyalurkan hobi memasaknya dengan hobi dirinya sendiri, yakni mengkoleksi sepeda onthel.

Sesuai dengan namanya, konsep tempat makan ini pun kental hubungannya dengan sepeda onthel. Tempatnya memang sederhana, dan tidak semewah restoran dan cafe bintang lima. Tetapi seluruh pernak-pernik jadul dan unik yang menghiasi hampir seluruh sudut di Waroeng Onthel, ditambah dengan udara sejuk yang memenuhi seluruh tempatnya, membuat para pengunjung betah berlama-lama “nongkrong” di Waroeng Onthel.

“Sebenarnya sih ide awalnya, ide anak saya Rezha, dan saya juga yang kebetulan punya hobi mengkoleksi sepeda onthel. Akhirnya jadilah tempat makan ini, nama tempatnya diambil dari hobi saya,” terang Doddi saat ditemui wartawan di warungnya beberapa waktu lalu.

Seluruh aksesoris yang ada di Waroeng Onthel ini, ditambahkannya, merupakan koleksi pribadinya. Mulai dari tujuh sepedah onthel yang dipajang (empat sepedah onthel dipajang di pintu masuk, tiga di gantung di dinding), sampai jok-jok sepedah onthel bekas yang digantung di langit-langit. Bukan hanya itu, beberapa gambar di dindingnya pun merupakan beberapa foto yang diambil dari komunitas sepeda ‘baheula’ (jaman dulu).

Yang lebih menyenangkan lagi, sang empunya warung, akan dengan senang hati menjelaskan seluruh pernak-pernik yang ada di dalam Waroeng Onthel, jika ada pengunjung yang bertanya. Bahkan, jika berminat, pengunjung juga dapat meminjam sepedah onthel untuk berfoto ataupun ingin berkeliling Kota Bandung, tanpa biaya, alias gratis.

Baca Juga:  Jawa Barat butuh flay over, underpass, MRT dan LRT, transportasi online ganti plat kuning

“Silakan saja, kalau ada yang mau pinjam sepedah tidak ada syarat apa pun bagi yang mau meminjamnya, asal mereka meninggalkan kartu identitas sebagai antisipasi agar tidak hilang,” imbuhnya.

Selain sepeda, keunikan lain di Waroeng Onthel adalah beberapa alat musik angklung yang tergantung di dinding, bukan hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga sebagai alat bantu panggil jika para pengunjung sudah siap memesan menu makan, dan pelayan pun akan langsung datang.

Sementara untuk menunya, dikatakan Doddi, seluruhnya merupakan racikan sang putra, Rezha. Jadi menurutnya, seluruh kualitas dari seluruh menu makanan yang ada di Wareong Onthel, yang buka setiap hari, kecuali hari Minggu sejak pukul 09:00 WIB pagi hingga pukul 08:00 WIB malam, benar-benar terjaga.
Beberapa menu unik yang ada di Waroeng Onthel yang selalu habis terjual adalah menu Soun Baso Ikan Tuna (baso ikan tuna goreng dengan kuah dan soun), Nasi Goreng Mawut Reli, dan Nasi Goreng Mawut Ijo. Atau jika ada yang ingin merasakan minuman berbeda yang penuh khasiat, Waroeng Onthel menyediakan, Teh Onthel Geulis.

“Semua harganya harga mahasiswa karena target kami pun mahasiswa, jadi semua harga bisa terjangkau oleh kantong para mahasiswa,” lanjut Doddi.

Hal tersebut diakui oleh Uli dan Nuri, dua orang mahasiswi yang memang sengaja datang ke Waroeng Onthel untuk mencoba berbagai menu makanan yang ditawarkan. Menurut mereka, makanan yang ada di Waroeng Onthel enak, murah, dan cocok dengan kantung mereka. “Makanannya enak, harganya cocok sama mahasiswa, dan tempatnya juga enak,” ungkap Nuri.psy/fty/LI-07