LENSAINDONESIA.COM: Universitas Airlangga (Unair) Surabaya berhasil menciptakan seed (bibit) vaksin flu burung (reserve genetic) untuk manusia.

“Proyek ini dimulai enam bulan lalu saat penyerahan purwarupa vaksin flu burung kepada Wapres (Wakil Presiden),” ujar Prof Dr drh Chairul Anwar Nidom, Kepala Laboratorium Unair di sela-sela persiapan penyerahan seed vaksin flu burung kepada Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono dan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh di Rumah Sakit Tropis Infeksi (RSPTI) Universitas Airlangga, Minggu (21/8/2011).

Setelah melakukan riset selama enam bulan dan menelan biaya Rp 2 miliar, menurut Chairul, pembuatan seed vaksin ini dilakukan bersama-sama antara para ahli biologi molekuler dari Universitas Airlangga dan Jepang. Hasilnya, diciptakan seed (bibit) vaksin flu burung (reserve genetic) untuk manusia tahap dua atau tahap akhir.

“Ini yang pertama di Indonesia, selain karena dibuat oleh ahli Indonesia, ini merupakan hasil dari rekonstruksi virus flu burung di Indonesia sendiri,” ujar Nidom.

Seed virus ini merupakan hasil dari pencocokan virus flu burung yang kemudian dibuat model virus baru yang mampu menggertak ataupun membunuh virus asli.

Di Indonesia, setidaknya telah ditemukan 170 varian virus flu burung yang terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu menginfeksi hewan atau unggas, menginfeksi manusia dan menginfeksi manusia maupun hewan.

“Dengan selesainya seed vaksin, tinggal selangkah lagi apakah pemerintah mau melanjutkan untuk diproduksi secara massal atau berhenti pada penelitian saja,” kata Nidom.

Dengan keberhasilan penelitian ini, Nidom berharap, rantai bisnis jual-beli virus dari Indonesia ke luar untuk kepentingan perusahaan farmasi multinasional bisa dihentikan. “Sekarang tidak ada lagi alasan penelitian di luar, karena dalam negeri sudah mampu meneliti sendiri,” ujarnya. IAN/LI-10