LENSAINDONESIA.COM: Operasi yang gencar dilakukan sejak Februari hingga Agustus 2011, berhasil menindak 9 kasus. Bea Cukai Kanwil Jatim I Tanjung Perak Surabaya mendapati temuan, diantaranya adalah ekspedisi nakal yang berkedok pengiriman barang.

Dengan menyamarkan secara tidak benar daftar isi barang, juga menggunakan nama dan alamat fiktif, yang ternyata didapati berupa berbagai macam rokok tak bercukai dan rokok bercukai palsu. Dalam penggerebekan itu Bea Cukai menangkap tersangka berinisial R, dengan barang bukti (BB) 6.676.430 batang rokok.

Sedangkan, dari ekspedisi lain didapati 525 botol minuman mengandung etil alkohol (MMEA) tinggi. Dengan tersangka berinisial M. Total keseluruhan harga barang mencapai Rp 2,5 milyar dengan asumsi kerugian negara mencapai Rp 1 milyar.

Nilai barang dan potensi kerugian negara dapat dihitung berdasarkan tarif HJE dan tarif cukai terendah per batang, yakni Rp 374 dengan tarif cukai Rp 170 untuk jenis SKM dan Rp 234 dengan tarif cukai Rp 65 untuk jenis SKT dimana tertuang dalam peraturan Menteri Keuangan No: 190/PMK.001/2010 tanggal 3 November 2011. Sedmentara, untuk tarif MMEA sebesar Rp 40.000/liter (MMEA impor dengan kadar 5 % sampai 20 %) yang tertuang dalam peraturan Menteri Keuangan No: 62/PMK.011/2010 tanggal 17 Maret 2011.

“Kedua tersangka adalah distributor. Sedangkan, untuk mengungkap produsennya kami sedikit kesulitan, karena mereka orang baru,” terang Kakanwil Bea dan Cukai Jatim, Eko Darmanto. Ded/LI-10