LENSAINDONESIA.COM: PT Rekayasa Industri (Rekind) mendapat proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (EPC) Dayung milik ConocoPhillips (Grissik) Ltd senilai US$138 juta.

Penandatanganan kontrak kerja sama dilakukan Presiden Direktur Rekind M. Ali Suharsono dan Presiden and General Manager ConocoPhillips, Jim W. Taylor. Penandatanganan ini disaksikan Kepala Dinas Pengadaan Wilayah I, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS), Agung Budiono, di Jakarta, Senin (22/8) malam lalu.

Proyek Duyung atau Dayung Compression & Central Gas Plant Debottleneck Project ini berlokasi di Dayung dan Grissik, antara Jambi dan Palembang, Sumatra Selatan. Proyek tersebut merupakan proyek lanjutan Dayung Station & Grissik Central Gas Plant (CGP). Proyek ini berambisi untuk meningkatkan produksi sweet gas dengan menghilangkan kandungan CO2 dan H2S pada fasilitas CGP yang sudah ada.

“Proyek Dayung ini akan menghasilkan fasilitas pengolahan pada CGP dari 310 MMSCFD (juta kaki kubik gas bumi) menjadi 460 MMSCFD,” ujar Jim.

Dia berharap, Rekind dapat menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik, tepat waktu, sesuai anggaran, aman dan selamat dengan memperhatikan prosedur tingkat keselamatan kerja yang tinggi. BPMIGAS dan ConocoPhillips, lanjutnya, puas atas kemenangan Rekind dalam proyek. Proyek ini kelak diyakini mendorong perkembangan penggunaan komponen lokal dalam mendukung Industri hulu migas.

Ali menambahkan, dalam pembangunan proyek ini Rekind akan menggunakan produksi dalam negeri atau local content hingga 55 persen. Rekind memperkirakan sekitar 1.000 tenaga kerja bisa terserap pada pembangunan proyek ini saat peak schedule.

“Proyek ini memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Tidak mudah bagi kami mendapat kepercayaan dari perusahaan sebesar ConocoPhillips,” ungkap Ali. andre/LI04