LENSAINDONESIA.COM: Kondisi negara Indonesia yang saat ini tengah menghadapi pemaksaan kehendak dari sekelompok orang, ataupun organisasi yang mengatasnamakan agama terus menjadi perhatian serius dari Ny. Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.

Menurut istri mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid dalam acara ‘sahur bersama dhuafa’ di Kabupaten Tuban, Kamis (25/8/2011) dini hari, apabila kondisi ini terus berlangsung bisa merongrong keutuhan NKRI.

“Negara kita sedang dicabik-cabik,” tutur Hj. Sinta Nuriyah diacara yang dihadiri oleh Bupati Tuban KH Fathul Huda dan wakilnya, H. Noor Nahar Hussein serta tokoh-tokoh lintas agama di kabupaten ini.

Dia juga menyitir sejarah Rasulullah Muhammad SAW, yang menurutnya, tidak pernah beritikad untuk mendirikan negara berdasarkan agama. Keteladanan ini, tambah dia, cocok untuk diterapkan di Indonesia yang penduduknya mempunyai keragaman agama,suku dan budaya.

Di hadapan tak kurang dari seribu orang peserta makan sahur, dan undangan dia menyampaikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasar pada keragaman yang teruntai dalam Bhineka Tunggal Ika. Tidak salah kalau dalam bulan Ramadhan ini dia mengingatkan agar umat Islam menahan diri dari segala keinginan yang bisa memecah belah rasa kebangsaan.jan/LI-07