LENSAINDONESIA.COM: Sampah di wilayah DKI Jakarta pada malam takbiran hingga Shalat Idul Fitri diperkirakan akan mencapai 3.828 ton. Sampah tersebut merupoakan sampah yang ada di jalanan dan masjid.

Sebagai upaya menjaga kebersihan di Ibu Kota, Dinas Kebersihan DKI Jakarta menyiagakan sebanyak 2.700 petugas kebersihan saat Idul Fitri 1432 Hijriyah. Para petugas akan disiagakan di 716 masjid dan lapangan yang menyelenggarakan shalat Id yang ada di Jakarta.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Eko Bharuna, mengatakan, prediksi volume sampah pada malam takbiran dan Lebaran hari pertama mencapai 2.828 ton, jumlah itu berdasarkan prediksi volume sampah yang terkumpul pada 2010.

“Diperkirakan volumenya tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, karena jumlah pemudik juga diperkirakan sama,” kata Eko.

Dari lima wilayah kota di DKI, lokasi yang terbanyak dipantau petugas di Jakarta Selatan, yakni mencapai 449 titik. Selain itu, 135 titik di Jakarta Pusat, 86 titik di Jakarta Timur, 43 titik di Jakarta Pusat dan 13 titik di Jakarta Utara. Masing-masing wilayah menyiagakan 200 petugas.

Nantinya, petugas langsung membersihkan sampah usai Shalat Id. Agar sampah tidak menumpuk dan warga Jakarta bisa beraktivitas dan bersilaturahmi dengan nyaman, pihaknya mengusahakan agar tidak ada tumpukan-tumpukan sampah di pinggir jalan dan tempat-tempat lainnya.

Untuk mengangkut sampah-sampah tersebut Dinas Kebersihan DKI menyiagakan 648 armada truk sampah, dengan rincian 193 unit di Jakarta Selatan, 176 unit di Jakarta Timur, 87 di Jakarta Utara, 68 di Jakarta Pusat, dan 17 unit di Jakarta Barat.

Eko mengatakan, meningkatnya jumlah pengunjung di tempat wisata juga akan berdampak pada peningkatan volume sampah. Namun, tempat-tempat wisata, seperti TMII, Taman Margasatwa Ragunan, Ancol Taman Impian dan Monas sudah memiliki pengolahan sampah sendiri. Menurut Eko, selama ramadhan, volume sampah di Ibu Kota meningkat rata-rata 5-10 persen dari 5.500-6.000 ton sampah dibanding hari biasa. umr/LI-10