LENSAINDOENSIA.COM: Mudik di kampung halaman hanya untuk membangun silaturahmi kepada sanak saudara. Sehingga, tidak tepat jika tradisi mudik ternyata dijadikan ajang pamer harta.

Demikianyang dikatakan Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Jombang, KH Cholil Dahlan, Minggu (28/8/2011).

“Jangan sampai mudik jadi ajang pamer harta. Tapi mudik Lebaran harus jadi ajang membangun tali silaturahmi. Dengan begitu, perayaan Idul Fitri tetap senapas dengan nilai-nilai Islam,” jelas KH Cholil Dahlan.

Bahkan, menurutnya, pamer harta disaat mudik membawa efek yang sangat bahaya terhadap sosial kemasyarakatan. Selain memicu syirik, bisa juga mengundang urbanisasi.

“Selanjutnya akan terbentuk pola pikir bahwasanya hidup di kota itu lebih menjanjikan daripada di desa. Padahal, hal itu bukan jaminan. Justru sebaliknya, karena berangkat ke kota tanpa ditunjang kemampuan, maka hanya melahirkan penyakit sosial,” tandas Cholil.

Seharusnya, lanjut Cholil, Idul Fitri bisa digunakan untuk menebalkan solidaritas sosial yang hampir luntur akibat kesibukan kerja di kota. Sehingga, makna Idul Fitri benar-benar terasa. DAE/LI-10