LENSAINDONESIA.COM: Tim Rukyatul Hilal di Tuban yang dikoordinatori Kantor Kementrian Agama, Senin (29/8/20110 sore tadi masih gagal melihat hilal dari lokasi Pelabuhan PT Semen Gresik Tbk, kawasan Glondong, Kecamatan Jenu.

Meski cuaca tampak cerah, selama delapan menit dari waktu yang ditentukan, hilal yang diprediksikan ketinggian 2 derajat tersebut belum tampak.

Saat kurun waktu tersebut, seperti yang dikatakan Kakandepag Tuban Drs. H Laksono, matahari sudah tenggelam saat pukul 17.30 wib. Padahal, normalnya sekitar  pukul 17.32.

“Karena hari ini tenggelam jam 17.30 jadi sulit untuk melihat hilal yang biasanya tampak saat pukul 17.32,” tutur H llaksono.

Kendala lapangan, seperti yang dituturkan Drs. Kasdikin, adalah bergeraknya kapal-kapal yang melintas di perairan utara tepat pada sudut arah pengamatan.

“Pas menit-menit yang mentukan ternyata ada kapal tongkak yang menghalangi,” tutur Kasdikin.

Dia juga menjelaskan selama ini dari areal pengamatan pelabuhan PT SG ada beberapa factor kendala yang dialami dalam proses pengamtan yakni adalah keakurasian serta ketinggian hilal, kondisi alam, serta peserta pengamatan yang tidak semua mengerti ilmu tersebut.

“Inilah yang menjadi kendala selama ini sehingga hilal belum pernah terlihat,” tutur Kasdikin.

Rukyatul Hilal hari kemarin semakin melengkapi datar kegagalan melihat hilal dari lokasi Tuban selama 16 tahun.

“Apapun yang terjadi. Hilal tampak atau tidak, kita sudah mendpat pahala karena menjalankan hadis Rasul saw,” tutur KH Abdul Matin dari MUI Tuban.jan/LI-07