LENSAINDONESIA.COM: Putra paling muda pemimpin Libya Muamar Khadafi, Khamis, dilaporkan tewas dalam satu bentrokan di dekat ibu kota negeri itu, Tripoli, dan dikuburkan di Zlitan.

Sumber gerilyawan yang dikutip media Senin menyebutkan Khamis dikatakan tewas di antara Tripoli dan Bani Walid. Namun laporan tersebut belum bisa dikonfirmasi secara terpisah untuk saat ini.

Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia oposisi Mohammed Al-Allagy mengatakan, dirinya memperoleh informasi dari salah seorang pemimpin pemberontak bahwa Khamis tewas di satu tempat di dekat Tarhuna, sekitar 80 kilometer di sebelah selatan Tripoli.

Juru bicara pemerintah gerilyawan Mahmud Shamman mendukung laporan tersebut, dan mengatakan pada suatu taklimat, Khamis telah tewas di antara Tarhuna dan Zlitan.

“Khamis tewas, seorang pemimpin revolusi di wilayah itu memberi tahu saya begitu. Saya belum melihat gambar mayatnya tapi pemimpin tersebut memberi tahu saya dan saya percaya kepada dia,” kata Shammam.

Itu bukan pertama kali Khamis telah dilaporkan tewas.

Pada Ahad (28/8), juru bicara gerilyawan Kolonel Ahmed Bani mengatakan pada suatu taklimat bahwa Khamis “mungkin telah tertembak” sehari sebelumnya di dalam mobilnya, di antara rombongan Mercedes, oleh tentara pemberontak sekitar 80 kilometer di sebelah tenggara Tripoli.

Juru bicara militer pemberontak Ahmed Omar Bani, Sabtu (27/8), mengatakan Khamis mungkin termasuk satu dari beberapa orang yang tewas ketika petempur gerilyawan di Tarhuna mencegat rombongan militer bersama dengan beberapa “kendaraan Mercedes baru”.

“Saat petempur kami berusaha menghalangi rombongan itu lewat, mereka menghadapi serangan dan penembakan sengit,” kata Bani.

“Brigade di Tarhuna membalas dan dua kendaraan terkena tembakan, sehingga beberapa penumpangnya tewas,” katanya.

Khamis, putra paling kecil Khadafi, dilahirkan pada 1983. Ia dilatih di Rusia dan telah mengomandani Brigade Ke-32 di Libya, salah satu pasukan Khadafi yang paling bisa diandalkan, demikian laporan Xinhua.at/LI-07