Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE HEALTH

Ilmuwan AS Kembangkan Zat Kimia Perusak Penciuman Nyamuk 

LENSAINDONESIA.COM: Selama ini, bahan kimia yang dijual di pasaran hanya sekedar untuk membunuh nyamuk. Namun, ilmuan dari Universitas California, Amerika Serikat sedang mengembangkan penelitian tentang bahan kimia yang dapat mengganggu penciuman nyamuk pada tubuh manusia.

Menurut salah satu ilmuwan Profesor Anandasankar Ray, penelitian ini untuk tiga jenis nyamuk yang sangat berpengaruh untuk manusia.

“Ketiga jenis nyamuk itu yaitu Anopheles gambiae (Malaria), Culex quinquefasciatus (Filariasis atau kaki gajah) dan Aedes aegypti (demam berdarah),” ungkapnya seperti dilansir BBC.

Selain itu, katanya, penelitian tersebut berfungsi untuk mengganggu fungsi hidung pada nyamuk yang selalu mendeteksi karbondioksida pada tubuh manusia. “Bahan kimia ini diharapkan untuk bisa menjauhkan nyamuk pada manusia, sehingga penyebaran penyakit dapat dicegah,” tegasnya.

Sementara Dr James Logan, peneliti dari London School of Hygene and Tropical Medicine menganggap penelitian tersebut menarik. Namun, “Pada saat ini para ilmuwan belum dapat menemukan bahan kimia apa yang dapat melindungi manusia dari gigitan nyamuk,” ujarnya.

Penggunaan bahan kimia dengan kosentrat asam tinggi dapat mencegah manusia dari gigitan nyamuk, tetapi dapat membahayakan kesehatan manusia. “Untuk itu para ilmuwan harus dapat melakukan penelitian dengan spesifik untuk kasus ini,” tuntasnya.bc/td/LI-07

Baca Juga:  Bawa arit saat beraksi, residivis jambret tumbang ditembak polisi