LENSAINDONESIA.COM: Menyikapi Global Warming (pemanasan global), sebanyak 12 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari manca negara, Senin (5/9), mengikuti workshop penanggulangan risiko bencana dan perubahan iklim di aula Disaster Oasis Hargobinangun Pakem.

Perwakilan ini akan terjun ke beberapa lokasi bencana untuk melihat langsung guna memberikan masukan teknis.

Koordinator Shelter Yakkum Emergency Unit, Setyo Darmojo mengatakan, peserta akan melakukan survei di Pangandaran Jawa Barat, Panggang Gunungkidul, dan Sragen.

“Mereka akan datang ke lokasi itu untuk melihat bencana akibat perubahan iklim,” katanya.

Kunjungan ke Pangandaran akan melihat vaietas padi lahan air asin, di Gunungkidul berkaitan penanggulangan bencana kekeringan sementara di Solo dan Sragen peserta akan mengunjungi wilayah terkait banjir Bengawan Solo.

“Di Solo itu banjir karena curah hujan tinggi karena perubahan iklim. Peserta workshop ini akan memberi masukan dan pendapat kepada warga untuk bertahan hidup,” imbuh Setyo.

Mereka akan kembali ke Disaster Oasis pada Kamis dan Jumat 7-8 September untuk mempresentasikan dan memberi masukan penanggulangan bencana perubahan iklim.chol/LI-07