Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE UTAMA

Cak Imin: Silakan Diusut Tuntas, Biar Hukum Berbicara 

LENSAINDONESIA.COM: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar mengaku sangat kaget dan sempat sok begitu mendengar dua orang staf di Kemenakertrans  tertangkap tangan pihak aparat penegak

hukum KPK, terkait dugaan kasus suap proyek program percepatan pembangunan infrastruktur daerah transmigrasi (PPIDT), akhir Agustus lalu.

“Terus terang, begitu tahu berita itu terjadi, saya begitu shok,” ungkap Muhaimin, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/9/2011)

Meski menyayangkan hal itu, terlebih di tengah giatnya merealisasi program pemerintah untuk mensejahterahkan rakyat, Muhaimin tetap optimis usulan dana pembangunan infrastuktur daerah (DPID) oleh Kemenakertrans senilai 500 miliar tetap bisa disosialisasikan.

“Mengingat anggaran tersebut sangat bermanfaat dan dibutuhkan bagi kawasan transmigran yang sangat minim dan serba terbatas, kami optimis tanggal 13 sepetember ini anggaran yang sudah ditetapkan itu dapat disosialisasikan,” ujarnya.

Terkait keterlibtaan dua orang staff pribadinya, Fauzi dan Ali Mudori, Muhaimin menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum atas keduanya serta meminta untuk diusut tuntas. Terlebih sudah membawa bawa namanya.

“Pokoknya siapapun yang mengatasnamakan saya harus diusut tuntas. Siapapun, silakan hukum yang berbicara. Kalau memang mereka sekedar ditarik-tarik supaya mengatasnamakan saya, untuk menakut-nakuti kucing, harus diusut tuntas. Kita akan tunggu proses hukumnya seperti apa,” tandas Cak Imin.esa/LI-07