LENSAINDONESIA.COM: Tak mudah menjadi sekolah berstandar RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional). Bahkan, Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya hanya menargetkan 30 sekolah di tahun 2012.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Surabaya M. Taswin mengatakan, jumlah SMP/SMA/SMK di Surabaya yang berstatus RSBI sekitar 20 sekolah. Sedangkan, sekolah-sekolah yang ingin berubah RSBI sekitar 40-an.

“Kami menargetkan pada 2012 ada 30 sekolah RSBI,” ujarnya (8/9/2011).

Tahun ini merupakan tahun kelima program RSBI untuk jenjang SMA dan empat tahun untuk SMP. Menurut M Taswin, sesuai hasil evaluasi yang dilakukan Dindik selama ini diketahui hingga saat ini belum ada RSBI di Surabaya yang turun status. “Justru, sekolah yang ingin RSBI lebih banyak. Standar yang diinginkan pusat juga sudah kita penuhi semuanya,” ujarnya.

Namun demikian, Taswin membantah, saat ditanya soal mundurnya kualitas RSBI. Ia mengatakan, RSBI di Surabaya telah memenuhi kualifikasi dan standar yang ditetapkan pemerintah pusat.

Selain itu, Taswin menambahkan, untuk menjadi RSBI tidak hanya dilihat dari wilayah tetapi sarana-prasarana, kemampuan pendidik dan komitmen dari sekolah.

“Sekarang sudah banyak sekolah pinggiran yang bagus. Artinya yang dilihat dari RSBI itu tidak hanya wilayahnya, melainkan ketersediaan sarana dan prasarana, juga kemampuan pendidik. Lebih penting lagi adalah komitmen dari sekolah itu,” tambahnya.

Untuk itu, Taswin menekankan agar sekolah-sekolah di Surabaya lebih meningkatkan kualitasnya agar bisa berkompetisi menuju RSBI.

Adapun sekolah yang ditunjuk RSBI di Surabaya meliputi SMPN 1, SMPN 6, SMAN 2, SMAN 5, SMAN 15, dan tujuh SMKN. IAN/LI-10