LENSAINDONESIA.COM: Hari ini, 9 September 2011, Presiden SBY merayakan ulang tahunya ke-62. Ultah SBY berbarengan pula dengan ultah Partai Demokrat ke-10.

Jenderal TNI (purn) Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono lahir di Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, Indonesia, 9 September 1949.

Namun sayangnya, dalam perayaan ultah tersebut, banyak orang-orang dekatnya tersandung kasus dugaan korupsi.  Akan tetapi semua proses hukum untuk menuntaskan kasus korupsi masih selalu kandas dan terhalang-halangi bagi para petinggi negeri ini.

Persoalan-persoalan itulah yang menjadi kado ‘istemewa’ bagi SBY, dimana sebagai seorang pemimpin, masih banyak janji-janjinya yang belum terealisasi, seperti memberantas korupsi.

Kado ultah tersebut tentunya sangat memalukan, karena secara kasat mata SBY telah ‘ditonjok’ oleh para pembantunya (menteri) dan orang-orang dekatnya.

Dalam era pemerintahan SBY ini, praktek korupsi yang dilakukan elit politik dan pejabat negara semakin menjadi-jadi. Tanpa malu mereka merampok dan menjarah uang rakyat untuk kepentingan pribadi dan partainya.

Selain itu kita juga semakin dipertontonkan dengan angka kemiskinan yang semakin meningkat, biaya pendidikan dan kesehatan semakin mahal, buruh di-PHK dan diupah rendah, para petani banyak yang di gusur dari sawahnya, kekayaan alam dan asset-aset publik Indonesia dijual kepada asing, kasus pelanggaran HAM berat tidak pernah tertuntaskan dan lain-lain.

Dalam hal ini menggambarkan bagaimana kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tidak berpihak kepada rakyat. Kepentingan yang didahulukan hanyalah kepentingan para pemilik modal dan kelompok-kelompknya.

Dampaknya sangat nyata, rakyat kembali menjadi korban kerakusan para pejabat Negara yang tidak tahu malu tersebut.

Dalam hal ini, nyata neoliberalisme (penjajahan gaya baru) memainkan peranan yang sangat kuat sehingga rakyat Indonesia semakin miskin dan sengsara.

Seluruh potensi yang dapat mensejahterakan rakyat diperdagangkan dan dijual kepada pemodal asing. Privatisasi BUMN, pencabutan subsidi pendidikan dan kesehatan semakin menjauhkan rakyat Indonesia dalam mencapai kesejahteraanya.

Karena itu, melalui rilisnya yang diterima LIcom, para aktivis yang tergabung dalam Serikat Buruh Kerakyatan-Komite Persiapan Konfederasi Serikat Nasional (SBK-KP KSN), Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga (FAM Unair), dan Serikat Kedaulatan  Mahasiswa untuk Rakyat (SKMR), menggelar aksi dalam rangka Ultah SBY ke 62 tahun di depan gedung grahadi Surabaya pada tanggal 9 September 2009.

Berisi tersebut dipadu dengan aksi teatrikal yang berupa pemberian kado Polokependem (makanan khas rakyat) sebagai simbol kemiskinan yang saat ini dialami sebagian besar rakyat Indonesia karena ulah para koruptor dan neoliberalisme (penjajahan gaya baru).

Aksi tersebut sekaligus mengingatkan kepada SBY, semoga pak SBY segera menyadari semua kekeliruannya di hari ulang tahunnya. Selamat Ulang tahun ke-62 bagi Pak SBY. Ingatlah selalu Tuhan Yang maha kuasa, karena mungkin Tuhan sekarang sudah dekat dengan Anda.ian/LI-07