LENSAINDONESIA.COM: Sepak terjang Lily Chadijah Wahid Hasyim, adik kandung Gus Dur yang membongkar kebobrokan Muhaimin Iskandar sebagai Menakertrans (Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi), membuat gerah DPP PKB (Partai Kebangkitan Bangsa).

Bahkan, DPP PKB mengancam akan melaporkan Lily Wahid ke Mabes Polri. Hal itu dikatakan Anwar Rachman, Ketua Lembaga Hukum dan HAM DPP PKB, Minggu (11/9/2011). Menurutnya, DPP PKB tidak terima atas tudingan bahwa Kantor DPP PKB merupakan hasil korupsi di Kemenakertrans (Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi).

“Karena ini menyangkut jutaan anggota dan pengurus PKB. Dikatakan kantor DPP PKB itu hasil korupsi di Kemenakertrans,” jelas Anwar.

Untuk itu, Anwar mendesak Bareskrim Mabes Polri agar segera memeriksa Lily terkait pernyataan yang menyudutkan Muhaimin tersebut.

Sementara, Lily kepada LENSAINDONESIA.COM mengatakan, bahwa dirinya tak gentar melawan arus demi kepentingan rakyat. Meskipun hal itu dengan resiko pemecatan dirinya dari anggota DPR RI Fraksi PKB.

“Apa yang saya lakukan sebenarnya demi kehormatan dan keselamatan partai. Karena, sekarang ini mainstream PKB sangat tumpul, tak mau kritis dengan keputusan pemerintah. Hanya sendiko dawuh terhadap keputusan pemerintah yang tidak pro rakyat,” jelasnya.

Sedangkan, KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) saat ini tengah penyelidiki kasus suap program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah Transmigrasi (PPIDT). Apalagi, nama Muhaimin Iskandar disebut-sebut ikut terlibat di dalamnya. PLT/LI-10