LENSAINDONESIA.COM: DPP PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) akhirnya berang dengan pernyataan politik Lily Wahid, adik kandung Gus Dur yang menyudutkan Muhaimin Iskandar. Apalagi, Lily telah menyebut-nyebut jika Kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat, merupakan hasil dari korupsi di Kemenakertrans (Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi).

Akibatnya, Lily dilaporkan ke Mabes Polri, Minggu (11/9/2011), sekitar pukul 13.00 WIB. Sayangnya, laporan itu tidak dilakukan sendiri oleh Muhaimin. Melainkan dilakukan atas nama Wasekjen DPP PKB Yusuf Muzeni.

Dari pantauan LENSAINDONESIA.COM, Para elit PKB tiba ke Mabes Polri bersama Ketua Lembaga Hukum dan HAM DPP PKB, Anwar Rachman. Dengan tuduhan bahwa Lily telah melakukan perbuatan pencemaran nama baik dan fitnah.

Bahkan, menurut Anwar, Lily juga menyebarkan fitnah bahwa istri Muhaimin juga menerima hasil suap Kemenakertrans Rp 20 milyar.

“Melaporkan saudari Lily wahid, terkait dengan fitnah dan menyebarkan berita bohong terkait aliran suap Kemenakertrans yang mengalir ke PKB untuk pembangunan Kantor PKB dan juga untuk istrinya Pak Muhaimin sebesar Rp 20 milyar,” ujar Anwar, Minggu (11/9/2011).

Anwar mengatakan, laporan ke Mabes Polri itu dilakukan setelah sebelumnya dilakukan rapat pleno pengurus DPP PKB. “Laporan dilakukan berdasarkan rapat pleno pengurus DPP PKB. Karena sudah menyangkut harkat dan martabat jutaan konstituen PKB. Pak Muhaimin juga sudah merestui,” katanya.

Anwar menambahkan, dalam laporannya dia menggunakan pasal 310 jo pasal 311 KUHP jo pasal 27 ayat 3 UU ITE. “Kliping berita, saksi-saksi nanti kita ajukan dalam materi pemeriksaan,” tandas Anwar. RAM/LI-10