LENSAINDONESIA.COM: Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jawa Timur Dr Hary Soegiri menyampaikan saat ini ribuan perusahaan di Jatim masih mengabaikan pentingnya K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di dalam dunia usaha. Akibatnya, resiko tingkat kecelakaan kerja di tempat kerja relatif tinggi.

“Jumlah perusahaan yang tidak menjalankan syarat K3 jumlahnya masih ribuan. Kita harapkan dengan berbagai bentuk sosialisasi serta kontrol, ke depan penerapan K3 bisa dibudayakan,” kata Hary Soegiri dalam dialog tentang peningkatan penerapan K3 bersama Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI) Jawa Timur di Hotel Elmi Surabaya, Rabu Siang (14/9).

Terkait dengan sosialisasi K3, kata Hary, setiap tahun Disnakertransduk Jatim sendiri telah melaksanakan Bulan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) pada 13 Januari-12 Pebruari. Momen itu merupakan kesempatan untuk memacu penurunan kecelakaan kerja di tempat kerja.

Hary menjelaskan, K3 merupakan salah satu aspek perlindungan ketenagakerjaan dan merupakan hak dasar dari setiap tenaga kerja yang ruang lingkupnya telah berkembang sampai kepada keselamatan dan kesehatan masyarakat secara nasional.

Oleh karena itu, dalam kondisi apapun, K3 wajib untuk dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan standar yang berlaku baik standar nasional maupun internasional.rid/LI-07