LENSAINDONESIA.COM: Mabes Polri masih menelusuri pelaku SMS provokatif yang menjadi salah satu pemicu peristiwa rusuh di Ambon.

SMS bernada SARA itu terlacak dikirim  pelaku dari Ambon ke kota-kota di pulau Jawa. Surabaya dan Solo merupakan kota yang pertama dikirimkan SMS tersebut.

“Asalnya dari Ambon, mulainya dari Ambon dikirim ke Surabaya ke Solo, dikirim ke beberapa daerah,” ujar Kabareskrim Komjen Pol Sutarman di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (14/9/2011).

Saat ini, lanjut Sutarman, pihaknya telah mengirim tim untuk melakukan penyelidikan terkait kasus rusuh Ambon itu, diharapkan penyebab sebenarnya peristiwa yang menelan korban tewas 7 orang itu dapat terungkap.

Sutarman juga mengatakan pelacakan terhadap pelaku profokasi juga terus dilakukan. “Kan kalau provokasi, diprovokasi orangnya kemudian orangnya melakukan, delik itu baru sempurna,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, SMS bernada SARA diduga merupakan salah satu pemicu kerusuhan. Isi SMS profokatif itu berisi berita yang menyebut bahwa ada seorang tukang ojek bernama Darvin Saiman yang tewas dianiaya.

“Info berkembang via sms, makanya kita menghimbau tidak terpengaruh profokasi melalui sms. Ini yang menjadi titik keributan. Isinya seolah-olah terbunuh dan sebagainya. Pelaku sekarang sedang kita kejar,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjenpol Anton Bahrul Alam beberapa waktu lalu.
Anton mengatakan kematian Darvin merupakan kecelakaan lalu lintas murni.ram/LI-07