LENSAINDONESIA.COM: TNI AL memperingati hari jadinya yang ke-66 dalam sebuah apel di lapangan Markas Besar TNI AL di Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (12/9/2011).

Dalam pidato peringatan Kepala Staf TNI AL Laksamana Soeparno, seperti dibacakan wakilnya, Laksdya Marsetio, disebutkan, TNI AL lahir dan didirikan awalnya dengan menggunakan nama Badan Keamanan Rakyat Bagian Laut (BKR Laut).

Pendirian BKR Laut diprakarsai banyak pihak, mulai dari para mantan anggota Koninklijke Marine, guru dan murid Sekolah Pelayaran Tinggi dan Sekolah Pelayaran Rendah, pegawai dari Jawa Unko Kaisha, Kaigun Heiho, serta para pemuda pecinta laut lainnya. Pendirian BKR Laut di tingkat pusat kemudian diikuti dengan pendirian BKR Laut sama di daerah-daerah.

Lebih lanjut dalam pidato itu, seperti disampaikan kepada Kompas lewat siaran pers, KSAL mengajak jajaran dan bawahannya mengintrospeksi dan mengevaluasi diri untuk bersama-sama menciptakan kesadaran domain maritim bersama untuk merumuskan kembali jawaban atas sejumlah pertanyaan, “Who we are, What we do, dan How do we fight?”

“Jawaban atas sejumlah pertanyaan tadilah yang akan terimplementasi dalam pola pendidikan dan latihan, penentuan peralatan utama system persenjataan, pengembangan organisasi, dan proyeksi gelar kekuatan,” kata KSAL dalam pidato tertulisnya.bam/LI-07