LENSAINDONESIA.COM: Dilihat dari laporan keuangan Research in Motion (RIM), tampaknya kuartal kedua tahun ini bukanlah periode keemasan mereka. Bahkan, tahun pendapatan RIM turun hampir 50 % dari tahun lalu.

Dalam laporan yang dibuka Kamis, 15 September kemarin, laba bersih perusahaan ini mencapai US$ 329 juta, turun hampir setengahnya bila dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 797 juta.

Kini, laba yang diperoleh RIM dari tiap lembar sahamnya hanya 63 sen. Angka ini jauh di bawah level sebelumnya yang mencapai US$ 1,46 per saham.

Sementara, pendapatan turun 9 persen, menjadi US$ 4,2 milyar, dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai US$ 4,6 milyar.

Dikutip dari PC Mag, perusahaan asal Kanada ini melakukan pengiriman 10,6 juta unit BlackBerry dan 200 ribu unit PlayBook sepanjang kuartal kedua.

Situs berita Wall Street Journal mengatakan, ini angka ini cukup tragis karena sebelumnya RIM diperkirakan dapat menjual hingga 11,8 juta unit smartphone dan 562 ribu unit tablet.

Pengamat memperkirakan, turunnya pendapatan tersebut karena munculnya banyak kekuatan baru dalam industri smartphone. “Smartphone Android yang harganya sekitar US$ 200 banyak mencaplok pasar BlackBerry,” ujar analis dari Canaccord Genuity kepada CNET.

Selain itu, rendahnya penjualan produk tablet Playbook juga dinilai mempengaruhi penurunan pendapatan RIM. RIM mengakui penjualan PlayBook memang agak seret. “Namun, kami akan melakukan upgrade software PlayBook yang diharapkan dapat mendorong penjualan,” ujar Co-CEO Jim Balsillie. RIM juga dikabarkan berniat memberi potongan harga pada produk tabletnya tersebut. IAN/LI-10