LENSAINDONESIA.COM: Syamsiah Hati, warga Desa Tunah Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban akhirnya hilang kesabaran dan terpaksa membawa persoalannya ke polisi.

Peserta arisan ini hanya tertunduk lemas, ketika uang giliran sebesar  Rp 27 juta tidak bisa diambil dari Siti Inatun, bandar arisan yang juga tetangganya sendiri.

Dia mengaku telah menagih berkali-kali, namun bandar dari arisan yang diikuti oleh puluhan warga desa setempat itu malah tidak menampakkan hidungnya. “Setelah capek nagih terpaksa saya laporkan ke polisi,” tutur Syamsiah.

Begitu mendapat laporan, pihak Polres Tuban langsung melakukan pencarian. Tidak butuh waktu lama, akhirnya Siti inatun bisa digelandang dari rumahnya.

“Sudah kami tahan. Dan saat ini masih kita periksa,” tutur Kasubag Humas AKP Nursento.

Dari keterangan warga, sistem arisan yang diprakarsai tersangka Siti Inatun, ternyata diminati ibu-ibu yang rata-rata bersuamikan petani.

Sulitnya mencari tambahan penghasilan di tengah musim kemarau, serta untuk mencari bekal di awal musim penghujan menjadi faktor ketertarikan warga terhadap sistem tersebut.jan/LI-07