LENSAINDONESIA.COM: Teknologi terbaru mesin turbin gas aeroderivatif milik GE (General Electric) menjadi pilihan bagi sebuah stasiun pembangkit tenaga listrik baru yang akan membantu memenuhi kebutuhan mendesak akan tenaga listrik di kawasan Kalimantan Timur yang berkembang pesat di Indonesia.

Proyek ini juga mendukung inisiatif pemerintah Indonesia untuk meningkatkan suplai keseluruhan akan tenaga listrik yang dapat diandalkan bagi negara ini, di mana sepertiga dari jumlah penduduknya masih belum mendapatkan pasokan listrik.

GE akan menyuplai dua buah unit mesin aeroderivatif LM6000-PG berkapasitas 41-megawatt kepada P.T. Kartanegara Energi Perkasa (KEP) selaku pemilik dari Stasiun Pembangkit Listrik Senipah yang berlokasi sejauh 70 kilometer dari kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Proyek ini akan menjadi instalasi teknologi jenis ini yang pertama di Asia dan kedua di dunia setelah sebuah proyek di Turlock, California yang baru saja dipastikan realisasinya. Melanjutkan kesuksesan lini produk LM6000, mesin LM6000-PG menawarkan hasil tenaga lebih besar, efisiensi serta fleksibilitas operasional, selain fitur-fitur kunci lainnya.

Dewasa ini, kurang lebih 70 juta rakyat Indonesia hidup tanpa listrik. Untuk menekan angka ini, pemerintah Indonesia berencana untuk menghubungkan sejumlah 1,3 juta rumah tangga ke jaringan kelistrikan setiap tahunnya, sampai dengan tahun 2025.  Sebagai tujuan jangka pendeknya, pemerintah sedang berusaha untuk mencapai rasio elektrifikasi setinggi 65% di seluruh penjuru negara sampai dengan akhir tahun ini.

Untuk memenuhi permintaan akan tenaga listrik-yang diperkirakan akan bertumbuh lebih dari 9 persen per tahun untuk beberapa tahun mendatang-Indonesia merencanakan untuk membangun kapasitas tenaga listrik tambahan sebesar 35,7 gigawatt pada tahun 2018.

Sebagian besar dari tambahan kapasitas ini akan dicapai melalui program pembangunan stasiun tenaga listrik jalur cepat dan melalui pembangunan listrik swasta seperti Senipah.

“Di Kalimantan Timur, daerah yang sedang mengalami pertumbuhan pesat, ketersediaan suplai listrik yang dapat diandalkan dapat menjadi katalis bagi pembangunan industri baru, perumahan dan perusahaan komersial.  Ketersediaan gas alam di kawasan Senipah ini menjadikan biaya produksi energi listrik bersaing.  Selain itu, proyek ini sejalan dengan target perencanaan tenaga listrik yang ditetapkan oleh pemerintahan, yang dirancang untuk menjadikan seluruh stasiun pembangkit tenaga listrik baru Indonesia berbasis bahan bakar non-minyak, seperti batubara, gas alam, panas bumi, hidro dan solar,” ujar Jendral (Purn.) Luhut B. Pandjaitan, pemegang saham mayoritas P.T. KEP.

Pada operasi tingkat ³simple cycle² (PLTG: Pembangkit Listrik Tenaga Gas), fasilitas milik Senipah akan membangkitkan listrik sejumlah 82 megawatt, dengan angka ketersediaan stasiun sebesar 85%. KEP berencana meningkatkan stasiun Senipah dari PLTG menjadi operasi ³combine-cycle² (PLTGU: Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap) dalam fase pembangunan berikutnya, yang dijadwalkan pada tahun 2013, sehingga dapat menghasilkan daya dan efisiensi yang lebih tinggi.

“Setelah melalui proses evaluasi, P.T. KEP memutuskan bahwa mesin LM6000-PG dari GE merupakan teknologi terbaik yang paling cocok dengan proyek Senipah. Mesin LM6000-PG dengan kemampuan lebih mencerminkan komitmen kami untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kami yang terus berkembang dengan terus meningkatkan kemampuan tenaga gas dan kinerja. Dengan ketersediaan dan keandalan teknologi ini memastikan stasiun Senipah dapat menyuplai listrik yang sangat dibutuhkan bagi rakyat Indonesia,” kata Darryl Wilson, Presiden dan CEO turbin gas aeroderivatif dari GE Power & Water.

Mesin LM6000-PG menawarkan kenaikan tenaga sebesar 25% pada operasi PLTG dan 18 persen kenaikan keluaran energi pada aplikasi ko-generasi lainnya.  Mesin yang baru ini juga mereduksi emisi karbon sebesar 6.500 ton selama masa operasi tipikal satu tahun, -yang merupakan jumlah reduksi emisi yang setara dengan emisi 2.500 mobil di jalan raya setiap tahunnya. GE akan mengirimkan kedua unit mesin LM6000-PG ke lokasi Senipah pada April 2012, yang diharapkan untuk mulai beroperasi secara komersial pada November 2012.

Tentang GE

GE (General Electric) adalah sebuah perusahaan jasa, keuangan, dan teknologi maju yang menjawab sebagian tantangan terbesar dunia.  Dengan dedikasi pada inovasi di bidang energi, kesehatan, transportasi, dan infrastruktur, GE beroperasi di lebih dari 100 negara dan memiliki lebih dari 300.000 orang karyawan di seluruh dunia.  Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs perusahaan di www.ge.com <http://www.ge.com> .

GE juga melayani sektor energi dengan menyediakan teknologi dan solusi layanan yang didasarkan atas komitmen akan kualitas dan inovasi.  Perusahaan ini terus berinvestasi di solusi teknologi baru dan tumbuh melalui akuisisi strategis untuk memperkuat kehadirannya di suatu negara dan melayani pelanggan dengan lebih baik di seluruh dunia.

Lini bisnis yang termasuk dalam GE Energy ­ GE Power & Water, GE Energy Services dan GE Oil & Gas ­bekerja bersama dengan lebih dari 90.000 staf global dan mencapai tingkat pemasukan sebesar 38 milyar dolar AS pada tahun 2010; demi menyediakan solusi produk dan layanan terintegrasi di seluruh area industri energy termasuk batubara, minyak, gas alam dan energi nuklir; energi terbarukan seperti air, angin, solar dan biogas; serta bahan bakar alternatif lainnya dan modenisasi teknologi jaringan untuk menjawab kebutuhan energi abad 21.LI-07