LENSAINDONESIA.COM: Sebanyak sembilan pemerintah daerah (Pemda) bersaing untuk menjadi yang terbaik untuk meraih penghargaan ini. Masing-masing pemda tersebut antara lain; Kota Banda Aceh, Kabupaten Malang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sleman, Kota Cimahi, Kota Malang, Kota Bandung, dan Kota Jakarta Utara.

Sedang pemerintah Kota Palembang pun berhasil lolos verifikasi lapangan serta penilaian administrasi yang dilakukan oleh tim juri.

Beberapa kriteria yang dinilai adalah Rencana Strategis Daerah (Renstrada), penilaian oleh Asosiasi, realisasi Pengembangan Perumahan, kelembagaan Pengembangan Perumahan, pembiayaan Pengembangan Perumahan, pemberdayaan/Kemitraan Masyarakat dan Pengembang, lingkungan, terobosan dan Inovasi.

Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat lebih mendorong dan memotivasi pemerintah kota dan kabupaten untuk senantiasa meningkatkan upaya penyelenggaraan perumahan dan permukiman di daerahnya masing-masing.

Kota Palembang menjadi nominator dan meraih nilai tertinggi dalam kategori penataan perumahan kumuh.

Kota Palembang menjadi yang terbaik karena mampu bersaing dengan Kota Bandung dan Jakarta Utara. Dan rencananya, penghargaan ini akan diserahkan langsung oleh Menteri Perumahan Rakyat pada malam resepsi Hari Perumahan Nasional, Kamis 22 September yang akan diadakan malam ini di Hotel Bidakara Jakarta.

Eddy Sentana, Walikota Palembang menyatakan, rasa bangganya karena untuk kedua kalinya Palembang mendapat nilai yang terbaik.

Tahun lalu, Palembang juga berhasil meraih Adiupaya Puritama untuk kategori kota metropolitan.

Eddy mengatakan, hasil yang diraih ini adalah bukti komitmen pemerintah kota dalam memberikan fasilitas hidup yang lebih baik bagi warganya.

Pihaknya akan terus mendorong dan meningkatkan perhatian serta kinerja dalam penyelenggaraan perumahan dan permukiman, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sementara Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa mengungkapkan, selama ini angka kekurangan kebutuhan (backlog) perumahan di Indonesia memang masih misterius terkait dengan cara perhitungannya.

Oleh karena itu, adanya data survei penduduk tahun mengenai perumahan dan kependudukan sangat diperlukan untuk mengevaluasi data kebutuhan perumahan di Indonesia.

Indonesia ke depan membutuhkan sekitar 13 juta rumah baru bagi masyarakat. Data tersebut diperoleh berdasarkan hasil sensus penduduk yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010 lalu.dody/LI-07