LENSAINDONESIA.COM: Kinerja Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo layak dipertanyakan. Pasalnya, dengan adanya kejadian bom Solo, Polri pun dinilai kecolongan. Karena itu tidak ada salahnya jika Timur Pradopo diusulkan masuk dalam gerbong reshuffle pada Oktober nanti.

Hal itu ditegaskan aktivis Pro Demokrasi (Prodem) Fery Yuliantono, Selasa, (27/9). “Dimana kinerja Polri. Polisi lagi-lagi kecolongan dalam menangani masalah terorisme di tanah air,” kata Fery.

Adanya ledakan bom di depan Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Minggu kemarin (25/9), kata Fery, akan menghancurkan ekonomi yang saat ini mulai membaik.

“Jelas, ledakan itu akan berimbas pada masalah perekonomian di Indonesia yang saat ini sedang membaik,” katanya.

Fery menuding, kepolisian selama ini tidak pernah mengaktifkan intelijennya sehingga kembali kecolongan. Kalau kepolisian aktif dengan intelijennya pasti bom di Solo tidak akan terjadi.

“Atas kejadian ini, kita meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan evaluasi kinerja Kapolri. Jika perlu Kapolri segera di ganti,” desaknya.rol/LI-07