LENSAINDONESIA.COM: Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pers seyogjanya ditempatkan sebagai mitra pemerintah dalam menggerakan roda pembangunan.  Terkait dengan hal ini, sudah selayaknya LSM memperkenalkan jati dirinya dengan legalitas yang jelas. Begitu pula insan pers, diharapkan mampu mengedepankan kontrol sosial secara objektif.

Inilah salah satu pemikiran yang muncul dalam semiloka Menumbuhkan Profesionalisme Pers dan LSM dalam Membangun Sinergi dengan Pemerintah Daerah.

Kegiatan yang diprakarsai PWI Sidoarjo ini dibuka oleh Kepala Bakesbang-Linmas, Fauzi Isfandiari, Rabu (28/9).

Hadir sebagai pembicara jurnalis senior Dhimam Abror dan  Prigi Arisandi dari lembaga kajian ekologi dan konservasi lahan basah.

Fauzi yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH, MHum mengatakan perlu adanya keseimbangan peran antara pemerintah, LSM dan Pers dalam membangun plus mewujudkan kepentingan masyarakat.

Apalagi saat ini, masyarakat telah memiliki kesadaran dan ada keinginan memperoleh informasi yang akurat dan bisa dipercaya.

Kondisi ini perlu dicermati secara baik oleh seluruh pihak. Untuk itu peningkatan profesionalisme sangatlah dibutuhkan.

LSM perlu memperjelas posisi dan bidang garapnya. Begitu juga media perlu menjalankan fungsinya secara benar, bebas dari berbagai kepentingan dan bersikap independen.

“LSM yang bergerak di bidang pendidikan jangan sampai menyoroti bidang lain. Ini penting agar bisa menjalankan segala sesuatunya secara proporsional. Tanpa spesifikasi yang jelas, tentu akan mempengaruhi kualitas kinerja masung-masing LSM. Selain itu, tidak ada salahnya LSM juga mencatatkan diri di kantor Bakesbang-Linmas. Dan selanjutnya, data-data ini akan disebar ke seluruh instansi pemerintah di Sidoarjo sebagai referensi. Begitu juga pers pun perlu mengambil peran strategis dalam mendukung gerak pembangunan,” kata Fauzi. caca/LI-07